Istilah Kabupaten DI PAPUA

Asal Usul Istilah Kabupaten DI PAPUA

West Papua Tabloid – Bagi yang baru pertama kali berkunjung ke Papua, mungkin asing istilah kabupaten untuk menyebut kecamatan. Kabupaten adalah pembagian administratif di provinsi Papua dan Papua Barat, di bawah kabupaten atau kota.

Istilah “kabupaten” menggantikan “kecamatan” yang digunakan seperti halnya di provinsi-provinsi lain di Indonesia. Penetapan ini mengikuti implementasi UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Distrik adalah perangkat kabupaten atau kota di Papua yang memiliki wilayah kerja tertentu, yang dipimpin oleh seorang bupati. Di Papua, istilah desa tidak dikenal.

Distrik ini dibagi lagi menjadi beberapa desa, atau dengan nama lain menurut adat setempat. Pembentukan, pemekaran, penghapusan, atau penggabungan kabupaten diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten atau Kota.

Kepala desa dipilih oleh warga. Sedangkan kepala desa adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diangkat oleh walikota atau bupati. Misalnya, meskipun Kota Jayapura disebut kota, ia juga memiliki desa-desa di pinggiran kota atau di perbatasan dengan Papua Nugini. Sementara itu, Kabupaten Jayapura juga memiliki desa, namun hanya di Kecamatan Sentani yang merupakan pusat kabupaten.

Seperti dikutip dari https://travel.detik.com, istilah distrik merupakan warisan dari Belanda yang pernah memerintah Papua hingga tahun 1962. Pada masa pemerintahan Belanda, pemerintahan di atas sebuah distrik dikepalai oleh seorang controleur. Seorang controleur akan bertanggung jawab kepada asisten residen sebagai kepala afdeeling. Pada masa Belanda, Papua disebut Nederlandsch Nieuw Guinea yang dipimpin oleh seorang gubernur.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, seperti dikutip dari https://travel.tempo.co mengatakan, ada seorang gubernur yang unik karena ia seorang antropolog. J van Baal menjabat sebagai Gubernur Papua dari 1 April 1953 hingga 1 Mei 1958. J van Baal mendirikan kantor Voor Bevolkingszaken di Hollandia, demikian sebutan Kota Jayapura saat itu. Di kantor ini, J van Baal menugaskan ilmuwan Belanda dari segala bidang untuk melakukan penelitian di Papua. Ilmu tersebut mereka gunakan untuk merancang kebijakan pemerintah Belanda di Papua.

Keunikan istilah ini merupakan salah satu keistimewaan Papua dibandingkan dengan provinsi lain. Selain itu, juga merupakan penegasan bahwa negara benar-benar menjadikan Papua istimewa, menghormati hak, sejarah, dan adat istiadatnya sejak awal.

Kita semua sebagai bangsa, khususnya Masyarakat Adat Papua, harus bisa menjadikan perlakuan istimewa ini sebagai bukti nyata kecintaan seluruh rakyat Indonesia terhadap Papua. Bahwa Papua adalah saudara dekat kita semua dan kearifan lokalnya juga harus dilestarikan. Bagi saudara-saudara asli Papua, rasa hormat ini harus selalu membuat kehidupan di tanah Papua rukun, damai, dan semakin memperkuat posisi Papua sebagai bagian integral dari Indonesia.

Read More: DANA OTSUS PAPUA BERDAMPAK SIGNIFIKAN BAGI PEMUDA DAN MASYARAKAT