Cahaya Indah Di Bumi Papua

Cahaya di Tanah Papua

West Papua Tabloid – Kita sering mendengar orang mengatakan bahwa Papua dan Papua Barat sebagai permata berharga Indonesia. Pernyataan tersebut layak disebut karena Papua memiliki banyak potensi manfaat yang signifikan bagi Indonesia dan juga bagi dunia, khususnya hutan. Menurut Sistem Akuntansi Karbon Nasional Indonesia (INCAS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per tahun 2013, luas hutan di Papua adalah 29.368.482 hektar dan Papua Barat 9.967.000 hektar. Berdasarkan Yayasan Konversi Alam Nusantara (YKAN), 38 persen dari sisa hutan primer Indonesia (per 2012) terletak di Papua dan Papua Barat, rumah bagi keanekaragaman hayati paling banyak di bumi terdiri dari 20.000 spesies tumbuhan, 602 jenis burung, 223 reptil dan 125 mamalia. Hutan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi oksigen dan penyerapan karbon karena penyerap karbonnya.

Hutan berfungsi sebagai penyaring, penghasil oksigen, penyimpan air, dan juga berperan sebagai karbon alami yang menyerap karbon dioksida (CO2) dari sekitarnya. Pohon memiliki kemampuan menyerap 20 ton CO2 per hektar setiap tahun. Dalam hal ini, jika gas CO2 melebihi batas normal dapat menurunkan kualitas udara dan menimbulkan pencemaran. Dengan demikian, hutan Papua adalah harta berharga bagi Indonesia dan dunia karena menjadi ‘paru-paru bumi’ di tengah tantangan perubahan iklim.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa tuduhan deforestasi di Papua, termasuk dari Koalisi Indonesia Memantau (Koalisi Pemantau Indonesia, koalisi 11 LSM) yang percaya bahwa selama dua dekade terakhir, tutupan hutan alam Tanah Papua berkurang 71 % pada periode 20112019. KLHK telah membantah dan menjelaskan tuduhan ini dalam Laporannya tentang Deforestasi di Tanah Papua di Kawasan Hutan, yang dirilis pada 15 Februari 2021, bahwa laporan Koalisi Indonesia Memantau terlalu dini dan terbukti menutupi fakta mengenai sebaran deforestasi daerah selama periode 2015-2019 tanpa mengungkapkan selama periode izin diterbitkan. Bahkan, baik pemerintah pusat maupun daerah terus meningkatkan pembangunan lingkungan di hutan Papua dan Papua Barat.

Untuk melestarikan dan melindungi hutan Papua dan Papua Barat, Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah mengambil kebijakan yang serius. Secara umum, langkah-langkah tersebut telah tercantum dalam sasaran strategis KLHK tahun 2020 hingga 2024: 1) kualitas lingkungan dan hutan yang responsif terhadap perubahan iklim; 2) optimalisasi sumber daya hutan dan lingkungan sesuai dengan daya tampung lingkungan hidup; 3) menjaga keberadaan, fungsi, dan kelestarian distribusi manfaat hutan; dan 4) good governance dalam pembangunan lingkungan dan kehutanan serta inovasi.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Indonesia terus berupaya melestarikan hutan Papua dan Papua Barat, termasuk untuk rehabilitasi hutan KLHK telah mencanangkan program penanaman 5.000 bibit mangrove di seluruh wilayah Papua, tiga kabupaten untuk tahun 2021.

Mengacu pada komitmen Presiden Indonesia untuk menurunkan emisi karbon sebagai program global, Pemerintah Papua telah mengalokasikan 60 persen kawasan lindung dan 90 persen kawasan hutan dari total luas wilayah Papua dan Papua Barat menjadi kawasan strategis provinsi melalui pengembangan kawasan rendah karbon periode 2013 hingga 2013. Sebagai pencapaian, selama periode 2017 hingga 2019, Indeks Kualitas Lingkungan (IKLH) Papua dan Papua Barat meraih predikat “sangat baik” dengan skor IKLH > 80.

Read More: Tradisi Makan Papeda PAPUA