Dana Otsus

TOKOH PEMUDA PAPUA : DANA OTSUS PAPUA BERDAMPAK SIGNIFIKAN BAGI PEMUDA DAN MASYARAKAT

Dana Otonomi Khusus (Otsus) punya dampak yang signifikan bagi seluruh masyarakat Papua, bukan hanya untuk pemuda. Hal itu disampaikan tokoh pemuda Papua Steve R. E. Mara,S.H., M.Han. Pasalnya, Otsus mengatur tentang kaum kasus (keadaan umumdan keadaan khusus) orang Papua serta memberikan perhatian spesial bagi seluruh masyarakat Papua.

Bagi pemuda sendiri, kita dapat melihatnya dalam bidang pendidikan. Orang Papua dalam usia produktif diberikan perhatian khusus untuk pembiayaan pendidikan. Beberapa daerah di Papua memberikan sekolah gratis kepada anak anak usia dini hingga pemuda serta memberikan beasiswa bagi pemuda yang ingin  melanjutkan studi ke universitas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ini merupakan bentuk perhatian luar biasa dari Pemerintah pusat kepada masyarakat Papua yang harusnya digunakan dengan baik agar hasilnya juga dapat membawa dampak yang positif bagi Papua di masa depan. Pemerintah sudah memberikan kesempatan yang luas bagi pemuda Papua, salah satunya melalui Insturksi Presiden (INPRES) no. 9 tahun 2020 tentang percepatan pembangunanPapua dan Papua Barat.

Dalam Inpresini sudah digulirkan beberapa hal yang akan mendorong pemuda Papua untuk lebih kreatif dalam mengembangkan minat dan bakat, salah satunya melalui Innovation Hub Papua yang akan dikelola oleh pergerakan Papua Muda Inspiratif di 7 wilayah di Papua.

Hub ini kemudian akan digunakanuntuk pengembangan minta dan bakat anak muda Papua di berbagai sektor serta mendorong anak Papua untuk mengembangkan usaha terutama usaha yang berkaitan dengan kekayaan alam Papua.

Menurut Steve, saat ini yang menjadi pertanyaan bukan apa yang harus pemerintah lakukan, akan tetapi, apakah anak Papua sudah siap untuk menerima kebijakan dan menerapkan di dalam kehidupan. Terlebih lagi, pemuda Papua didorong untuk membuka diri untuk mempelajari hal baru yang bisa dipadukan dengan talenta yang sudah dimiliki.

“Saya, sebagai anak muda Papua juga meminta kepada anakmuda Papua di seluruh Papua, baik yang ada di Papua dan Papua Bara tuntuk terlibat aktif di dalam pembangunan Papua melalui peningkatan softskill dan juga harus mempunyai legalitas yang baik melalui pendidikanyang memadai,” ujar Alumni Program Studi Damai dan Resolusi Konflik Pasca Sarjana Universitas Pertahanan ini.

Bentuk Keseriusan Pemerintah

Steve Mara yang juga Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Papua ini menuturkan bahwa kelanjutan pengucuran Dana Otsus 20222042 ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah, terutama dalam memberikan perhatian kondisi spesifik dari masyarakat Papua. Kelanjutan dana otsus ini, diiringi dengan revisi undang undang Otsus dengan tambahan beberapa pasal agar perjalanan otsus ke 2042 bisa lebih baik.

Salah satu hal yang menarik adalah dengan hadirnya pasal 68A yaitu pembentukan badan pengawasanOtsus. Salah satu perannya adalah melakukan pengawasan dan harmonisasi UndangUndang Otsus Papua. Tujuannya agar Otsus ini bisa berjalan sesuai dengan harapan pemerintah pusat dan kebutuhan masyarakat Papua dapat terpenuhi.“Yang menjadi catatan saya adalah Otsus telah direvisi. Namun,penggunaan dana otsus yang telah berlangsung selama 20 tahun semenjak tahun 2001 sampai dengan tahun 2021 harus diaudit. Tujuannya agar masyarakat Papua mengetahui siapa aktor yang melakukan korupsi dana ini, Sehingga masyarakat Papua belum sejahtera sampai saat ini,” jelas Mantan Ketua BEM Umel Mandiri ini.

Perlunya Pengawasan Ketat

Steve Mara berharap bahwa hadirnya Badan Pengawasan yang diketuai oleh Wakil Presiden akan membawa dampak positif untuk keberlangsungan otsus ke depan. Menurutnya, Otsus ini harus diawasi dengan ketat. Sebabnya, selama ini kurang pengawasan yang menyebabkan penggunaannya tidak semuatepat sasaran, sehingga masyarakat di berbagai daerah di Papua dan Papua Barat masih menyuarakan ketimpangan pembangunan. “Demikeberlangsungan otsus, saya juga menyarankan agar otsus bisa direvisi pertiga atau lima tahun. Tujuannya,agar dapat dilihat kembali kebijakan apa yang sesuai dan apa yang harus ditambahkan agar ke depan bisa lebihbaik,” jelasnya.

Dalam perubahan kedua Undang undang otsus yang diundangkan melalu UU No. 2 tahun 2021 ini, ada sektor yang dispesifikan, di antaranya: Pendidikan, Kesehatan, dan Pembangunan infrastruktur yang berkaitan denga nPendidikan dan Kesehatan serta untuk mendorong ekonomi masyarakat.“Saya berharap Pemerintah Provinsidan Dewan Perwakilan tingkat Provinsi bisa berkoordinasi aktif dengan Pemerintah Pusat. Salah satunya untuk pembuatan Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksana. Tetapi juga, DPR Papua dapat menyiapkan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) dan dan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus),” tegas Steve.

Dia menilai saat ini fokus pembangunan Papua akan diarahkan untuk pembangunan Sumber Daya Manusia Papua, dengan mendidik anakmuda Papua untuk mempersiapkan masa depan Papua. Oleh karena itu anak muda saat ini harus menggunakan kesempatan fokus pembangunan dengan baik agar mendapatkan manfaatnya. “Kalau kita tidak menggunakan dengan baik nanti orang lain yang akan menikmatinya,” tutupnya.

Read More: Skakmat Jenderal Purn TNI untuk West Papua Benny Wenda