DANAU SENTANI DI PAPUA Memiliki 22 Pulau, Digunakan Untuk Ikan Air Tawar

Salah satu keindahan luar biasa yang Tuhan ciptakan di Papua adalah Danau Sentani

West Papua Tabloid – Salah satu keindahan luar biasa yang Tuhan ciptakan di Papua adalah Danau Sentani. Danau ini menyuguhkan latar belakang Gunung Cyclops yang indah di sebelah utara dan pepohonan yang hijau. Danau Sentani juga unik dengan keberadaan 22 pulau yang tersebar di Danau Sentani.

Seperti dikutip dari liputan6.com, salah satu pulau yang terkenal adalah Pulau Asei yang menyediakan kerajinan khas Papua, seperti kain kulit kayu bermotif indah. Di pulau ini, kita bisa membeli kerajinan khas Papua. Beberapa di antaranya adalah Noken, tas Papua yang sudah mendunia, oleh-oleh dari kulit pohon dengan berbagai motif, batik Papua, kaos dengan motif Papua, dan lain-lain.

Dulunya, Danau Sentani merupakan tempat latihan pendaratan pesawat amfibi. Pada tahun 1944, danau itu diambil alih oleh Angkatan Darat AS dari Jepang. Jenderal McArthur, salah satu legenda Perang Dunia II dari Amerika, juga tinggal di Danau Sentani.

Danau Sentani sangat kaya akan sumber daya alam. Berbagai jenis ikan air tawar ada di danau ini. Beberapa di antaranya merupakan spesies endemik Sentani. Selain menampilkan keanekaragaman alam, danau di Jayapura ini juga memiliki bukit yang indah bernama Bukit Tele tubbies.

Mereka yang berkunjung ke tempat ini tidak akan melewatkan keindahan matahari terbenam, momen yang ditunggu-tunggu banyak wisatawan. Wisatawan yang berkunjung ke danau ini juga bisa menikmati keindahan bukit dengan naik ke Monumen MacArthur dan melihat panorama pepohonan hijau dari atas. puncak bukit.

WISATAWAN DAPAT MENGKELILINGI 22 PULAU YANG TERSEDIA DI SEKITAR DANAU DENGAN MENGGUNAKAN PERAHU WISATA YANG DISEWA UNTUK MENIKMATI PEMANDANGAN EKSOTIK DANAU SENTANI.

Selain pesona alamnya, Danau Sentani juga kaya akan sejarah lainnya. Melalui penelitiannya di perairan bagian barat Danau Sentani di Desa Doyo Lama, Kecamatan Waibu, Kabupaten Jayapura, Balai Arkeologi Papua telah menemukan pilar-pilar rumah prasejarah beberapa tahun lalu.

Wisatawan dapat mengelilingi 22 pulau yang tersebar di sekitar danau dengan menggunakan perahu wisata yang disewa untuk menikmati pemandangan Danau Sentani yang eksotis. Wisatawan juga bisa berenang, memancing, menyelam, ski air, dan berwisata kuliner di area danau.

Karena ukuran Danau Sentani, Anda dapat melihat berbagai pulau dari udara. Danau Sentani adalah danau terbesar di Papua. Danau seluas 9.360 hektar ini membentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dan berada di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut. Luas Danau Sentani sendiri berjarak sekitar 50 km dari pusat kota Jayapura.

Sejarah Sentani

Mengacu pada situs wisata https://ksmtour.com, kata “Sentani” pertama kali disebutkan oleh Pendeta BL Bin pada tahun 1898 dan berarti, “di sini kita hidup dalam damai”. Danau Sentani merupakan danau vulkanik. Sumber air Danau Sentani berasal dari 14 sungai besar dan kecil yang bermuara satu sungai, yaitu Jaifuri Puay. Dasar perairan Danau Sentani terdiri dari substrat lumpur berpasir (humus).

Perairan Danau Sentani memiliki kedalaman yang berbeda-beda dengan rata-rata kedalaman sekitar 24,5 m. Di wilayah barat, yaitu Doyo Lama dan Boroway, kedalamannya sangat curam. Di bagian timur dan tengah, yaitu Puay dan Simporo, kedalamannya landai dan dangkal. Tanaman pandan dan sagu tumbuh di daerah perairan dangkal. Ada juga ekosistem hutan rawa di daerah Simporo dan Yoka.

Danau Sentani memiliki kekayaan biota laut yang beragam. Masyarakat sekitar juga telah memanfaatkannya untuk budidaya ikan air tawar. Ada sekitar 30 spesies ikan air tawar yang hidup di perairan Danau Sentani. Diantaranya ada 4 spesies yaitu ikan gabus Danau Sentani, ikan pelangi Sentani, ikan pelangi merah, dan ikan hiu gergaji. Di sekitar Danau Sentani, setidaknya ada 24 desa yang dihuni oleh banyak penduduk dan suku setempat.

Read More: Tantangan dan Potensi Pembangunan di Papua dan Papua Barat