image 6

Empat Kementerian Komitmen Bangun Papua

Jumlah invest asi kita kurang lebih pada tahun ini ada Rp 4 triliun, artinya 10% dari anggaran dari Kementerian Perhubungan ada di Papua. Padahal kita tahu ada 34 provinsi. Artinya, kita berikan perhatian lebih kepada Papua

Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan

Papua kini menjadi salah satu fokus proyek strategis nasional. Dengan adanya pembangunan Papua diharapkan pembangunan tidak terpusat di Indonesia tetapi juga menjangkau wilayah Indonesia bagian Timur.

Setiap kementerian menempatkan proyek-proyek strategis nasional di Papua, serta berkomitmen untuk mengawal pembangunan ini. Sedikitnya empat Kementerian berkomitmen membangun Papua melalui beragam program.

 

Keempat Kementerian tersebut meliputi Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Masing-masing menteri memaparkan target perkembangan Bumi Cendrawasih. Mereka juga menjelaskan perkembangan setiap program Kementeriannya. Sinergisitas para Menteri tersebut tercermin dalam Diskusi Media dengan tema “Visi Indonesia Sentris Pemerataan di Papua”.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan, rencananya dengan kalangan media massa ini akan terjadwal secara berkala sebagai bagian dari pelaksanaan program Government Public Relations (GPR).

Dengan kata lain, Kehumasan Pemerintah yang menjadi amanah bagi semua kementerian Kabinet Kerja untuk memaparkan kinerjanya kepada publik. “Sinergi antara kementerian benar di dahulukan, kita tidak melihat proyek masing-masing Kementerian.

Egosentris sedikit demi sedikit mulai hilang, kerjanya lebih bersama agar lebih efisien,”tandasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengatakan bahwa mereka siap untuk membangun Papua. Tak tanggung-tanggung, Kementerian Perhubungan mengalokasikan 10% anggaran tahunannya untuk pengembangan infrastruktur Papua. “Jumlah investasi kita kurang lebih pada tahun ini ada Rp 4 triliun, artinya 10% dari anggaran dari Kementerian Perhubungan ada di Papua. Padahal kita tahu ada 34 provinsi. Artinya, kita berikan perhatian lebih kepada Papua,” ujarnya.

ESDM Targetkan Penerangan

Menteri ESDM Ignasius Jonan menargetkan program penerangan atau lampunisasi. Yaitu: dengan menggunakan lampu tenaga surya di desa-desa Papua dan Papua Barat yang masih gelap gulita selesai pada 2017-2018. “Ini yang di targetkan Pemerintah, paling kurang tahun 2017 dan tahun 2018 sudah ada lampu.

Yang penting lampunya dulu,setelah itu jaringan listriknya di bangun,” ujarnya. Jonan mengungkapkan akan membagikan perangkat lampu kepada masyarakat Papua yang masih mengalami kegelapan.

Ia mengungkapkan, lampu itu seharga 3,5 juta rupiah /unit yang terdiri dari perangkat panel surya, empat lampu, dan satu unit pengisi baterai ponsel.

“Dalam keadaan normal, satu lampu bisamenerangi 8 jam sehari dan dapat di pindah dan dibawa kemana saja sehingga dapat berfungsi juga sebagai lampu senter dikegelapan,” jelasnya.

Menurutnya dari 2.500 desa yang belum teraliri listrik atau masih gelap gulita, sebagian besar berasal dari Papua dan Papua Barat. Terdapat sekitar 136.000-140.000 kepala keluarga di kedua provinsi ujung Timur Indonesia tersebut dari sekitar260 ribu lebih kepala keluarga yang belum diterangi di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, nantinya setiap KK di daerah yang masih belum mendapatkan penerangan listrik mendapatkan sebuah panel surya dengan empat buah lampu dengan sebuah cas batere untuk telpon seluler. “Lampu itu dapat diatur dalam tiga kategori penerangan.

Untuk lampu terang, lampu hidup dapat bertahan enam jam, penerangan sedang lampu akan bertahan 12 jam dan lampu redup untuk tidur dapat bertahan hingga 60jam,”tandasnya.

Di Provinsi Papua pemerintah akan menghasilkan 365 megawatt (mw) sampai 2019 dan sembilan unit energi terbarukan.