FRANS KAISIEPO PAHLAWAN PEMERSATU PAPUA KE PANGKUAN NKRI

FRANS KAISIEPO PAHLAWAN DARI PAPUA DAN PAPUA BARAT

West papua news – Bagi warga Indonesia, siapa yang tidak pernah melihat Frans Kaisiepo di mata uang kertas Rp 10 ribu cetakan tahun 2016? Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Frans Kaisiepo merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Papua. Ketetapan tersebut berdasar Keputusan Presiden nomor 077/TK/1993 Frans Kaisiepo ditetapkan sebagai pahlawan Nasional Indonesia berasal dari Papua.

West papua – Frans Kaisiepo merupakan pemuda Papua yang menginisiasi untuk mengikutkan Papua bergabung dengan NKRI. Perjuangan tersebut terinspirasi dari Soegoro Atmoprasodjosaat bertemu di Sekolah Kursus Pegawai tahun 1945. Bahkan, dirinya adalah orang yang pertama kali mengibarkan bendera merah putih dan memperdengarkan lagu Indonesia Raya ditanah Papua pada tanggal 31 Agustus1945, saat Papua masih diduduki oleh Belanda.

West papua News 2021 – Maria Magdalena istri Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo menuturkan bahwa selama menjabat sebagai Gubernur Irian Barat 1964 hingga 1973, FransKaisiepo dikenal sebagai anti Belanda. Bahkan, semasa hidupnya suaminya meminta anaknya Markus Kaisieposaat itu untuk menggantikan papan nama sekolah yang bertuliskan Papua Bestuurschool menjadi Irian Bestuurschool. Nama Irian mencerminkan sikap hidup dan semangat persatuan,yaitu untuk menolak kehadiran Belanda yang berupaya menguasai kembali pasca kemerdekaan RI.

Pada 10 Juli 1946 Kaiseipo menghadiri Konferensi Malino sebagai salah satu anggota delegasi Nugini Belanda di Sulawesi Utara. Dalam kesempatan tersebut dirinya mengusulkan penggantian nama Papua menjadi Irian, sekaligus penolakan secara tegas atas skenario usulan pembentukan Negara Timur. Pada Juli 1946, bersama dengan Lukas Rumkoren, Frans mendirikan Partai Indonesia Merdeka di Biak. Dua tahun setelah Konferensi, gerakan perlawanan terhadap Pemerintah kolonial Belanda pecah di Biak. Penggerak peristiwa tersebut adalah Frans Kaisiepo.

West papua Di tahun 1949, putra Papua ini menolak penunjukan dirinya sebagai Wakil Belanda untuk wilayah Nugini dalam konferensi Meja Bundar di Nederland, Belanda. Salah satu alasan penolakan tersebut adalah tidak mau didikte oleh Belanda. Atas penolakan tersebut, dirinya harus rela sebagai tahanan politik 1954-1961. Selanjutnya, di tahun 1971 dirinya mendirikan Partai Politik Irian dengan tujuan utamanya adalah menggabungkan wilayah Nugini sebagai bagian NKRI. Munculnya peristiwa sejarah Trikora (Tiga Komando Sejarah) oleh Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961. Melalui perjanjianNew York 15 Agustus 1962 memaksa Belanda menyerahkan kekuasaan politis Irian Barat ke pangkuan Indonesia.

West papua – Kaiseipo terus berjuang untuk menyatukan Irian dengan RI. Impiannya terwujud di tahun 1969 Irian masuk sebagai Propinsi paling muda di Indonesia pada saat itu. Tahun 1972 ia mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu anggota MPR RI sebelum akhirnya menjabat sebagai Anggota Hakim Tertinggi Dewan Pertimbangan Agung (1973-1979). Frans Kaisiepo wafat pada 10 April 1979 dalam usia 57 tahun dimakamkan di taman Makam Pahlawan Cendrawasih di Distrik Biak Kota.

Atas jasa jasanya Pemerintah menetapkan sebagai Pahlawan Nasional dan menganugerahkan Bintang Mahaputra Adipradana Kelas Dua.Namanya diabadikan untuk Bandara Udara Internasional Frans Kaisiepo. Selain itu, namanya juga dipakai oleh Angkatan Laut menjadi nama kapal Kebanggaan Angkatan Luat RI, KRI Kaiseipo.

Saat ini wajah Frans Kaisiepo beredar di mana mana, karena fotonya yang berwibawa terpampang di uang pecahan 10 ribu rupiah yang dikeluarkan pada tahun 2016.

Read More: KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI PAPUA