West Papua Update Edisi 2 English

Cadangan bijih tembaga di wilayah Papua diperkirakan sekitar 2,6 milliar ton.

Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Tata Ruang Wilayah Pulau menjadi acuan utama dalam pelaksanaan pembangunan wilayah di seluruh Indonesia.

Hal ini dimaksudkan untuk pengendalian tata ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.

Selain itu, pembangunan wilayah juga didasarkan pada potensi keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif daerah, serta posisi geografis strategis dimasing-masing pulau.

Untuk pulau Papua, pada RPJM 2015-2020 disebutkan bahwa pembangunan wilayah pulau Papua memiliki beberapa tema, yaitu:

  1. Percepatan pengembangan industri berbasis komoditas lokal yang bernilai tambah di sektor/subsektor pertanian,perkebunan, peternakan dan kehutanan;
  2. Percepatan pengembangan ekonomi kemaritiman melalui pengembangan industri perikanan dan pariwisata bahari
  3. Percepatan pengembangan pariwisata budaya dan alam melalui pengembangan potensi sosial budaya dan keanekaragaman hayati;
  4. Percepatan pengembangan hilirisasi industri pertambangan, minyak, gas bumidan tembaga;
  5. Peningkatan kawasan konservasi dan daya dukung lingkungan untuk pembangunan rendah karbon;
  6. Penguatan kapasitas kelembagaan pemerintahan daerah dan masyarakat;
  7. dan Pengembangan kawasan ekonomiinklusif dan berkelanjutan berbasis wilayah kampung masyarakat adat, melalui percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, produktif dan berkepribadian.

Potensi dan keunggulan wilayah Papua sebagai salah satu pulau terbesardi Indonesia adalah berupa potensi sumber daya alam yang sangat besar di sektor pertambangan, migas dan Komoditas sektor pertambangan dan penggalian yang paling dominan adalah minyak, gas, emas, perak, nikeldan tembaga.

Cadangan Bijih Tembaga di Wilayah Papua

Pada tahun 2013, sektorpertambangan dan penggalian sudah berkontribusi sebesar 33,56% untuk seluruh wilayah Papua. Kontribusi sektor tersebut terpusat di Provinsi Papua yang menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi sektor pertambangan nasional.

Dengan bertumpunya perekonomian wilayah pada sektor pertambangan dan penggalian menyebabkan fluktuasi pada sektor ini menjadi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Wilayah Papua memiliki potensi gas bumi sebesar 23,91 TSCF (TrillionSquare Cubic Feet) atau sebesar 23,45%dari potensi cadangan gas bumi nasional.

Sementara itu, cadangan minyak bumi di wilayah Papua mencapai sekitar 66,73 MMSTB (Million Stock Tank Barrels/Cadangan Minyak Bumi) atau sebesar0,91% dari cadangan minyak  buminasional yang mencapai 7.039,57 MMSTB.

Cadangan gas bumi terdapat disekitar Teluk Bintuni, sedangkan cadangan migas terbesar terdapat di sekitar Sorong,Blok Pantai Barat Sarmi, dan Semai.Emas, perak, dan tembaga merupakan hasil tambang yang sangat potensial untuk dikembangkan di wilaya hPapua karena memiliki lebih dari 45%cadangan tembaga nasional yang sebagian eksplorasi dan pengolahannya terpusat di Timika (Kabupaten Mimika).

Cadangan bijih tembaga di wilayah Papua diperkirakan sekitar 2,6 milliar ton. Sementara itu, cadangan logam tembaganya sekitar 25 juta ton.

Bahan tambang dan galian yang menjanjikan potensi lainnya adalah bijih nikel, pasir besi, dan emas. Bijih nikel terdapat di daerah Tanah Merah, Jayapura.

Sebagian besar dari sumberdaya tersebut masih dalam indikasi dan belum dieksploitasi. Penambangan pasir besi, bijih tembaga, dan emas berlokasi ditempat yang sama dengan penambangan bijih tembaga di Timika.