gambar 1

Derap Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Sorong

Catatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sorong tahun 2017 menunjukkan, panjang ruas jalan di Kabupaten Sorong adalah sepanjang 1.252 Km, terdiri dari permukaan ruas jalan aspal sepanjang137,39 Km, permukaan ruas jalan rigid sepanjang 712,33 Km, permukaan ruas jalan sertu sepanjang 447,56 Km, dan permukaan ruas jalan tanah sepanjang595,82 Km.

Di sektor perhubungan laut yang sangat berpotensi dalam menghubungkan antar Distrik atau Kampung di wilayah Kabupaten Sorong, data Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong mencatat bahwa saat ini terdapat 10 dermaga yang tersebar di 10 Distrik, yaitu di Mayamuk,Aimas, Seget, Makbon, Moraid, SalawatiSelatan, Moisegen, Klamono, Beraur, danKlabot.

Selain itu, Kabupaten Sorong juga memiliki 2 dermaga besar, 6 dermaga khusus, 5 dermaga kecil, dan 23 dermaga tambatan perahu. Kabupaten Sorong juga memiliki 6 pelabuhan khusus yang berlokasi di Distrik Arar, Malabam dan Salawati.

Di Distrik Arar ada 4 pelabuhan khusus, yaitu pelabuhan; Petrochina, Loading Pier Aras Gas, Semen Indonesia, dan Hendrison Iriana.

Di Malabam dandi Salawati masing-masing ada satu pelabuhan khusus, yaitu pelabuhan Jaya Abadi dan Joint Operating Body Pertamina dan Petrochina.

Dalam hal sarana perhubungan udara, saat ini Kabupaten Sorong sedang melakukan pengembangan pelabuhan udara internasional yang berlokasi diKampung Klawoton Distrik Moisegen.

 

Bandara Segun yang semula memiliki luas sekitar 2.500 Ha kemudian dikembangkan menjadi sekitar 2.825 Ha. Saat ini, masyarakat Kabupaten Sorong menggunakan Bandara Dominic Eduard Osok yang terletak di Kota Sorong untuk melakukan aktivitas bepergian menggunakan pesawat udara.

Di bidang kesehatan, Kabupaten Sorong memiliki fasilitas kesehatan berupa satu unit Rumah Sakit Umum Daerah TipeC, 18 unit Puskesmas yang tersebar di masing-masing desa, 53 unit Puskesmas Pembantu, 174 unit Posyandu, 11 unit Poskesdes, 33 unit Polindes dan 34 unit Pusling yang terdiri dari 34 unit sepeda motor, 7 unit mobil dan 6 unit perahu.

Privatisasi penggunaan fasilitas air minum merupakan salah satu indikator kesejahteraan rumah tangga. Pada umumnya tingkat privatisasi penggunaan fasilitas air minum sendiri akan lebih menjamin kesehatan, kebersihan dan keleluasaan dalam hal penggunaannya.

Sebagian besar atau sekitar 58,50%rumah tangga di Kabupaten Sorong menggunakan fasilitas air minum sendiri. Sekitar 10,61% menggunakan fasilitas air minum secara bersama, dan 9,75% menggunakan fasilitas air minum secara umum.  Saat ini masih ditemukan sekitar21,14% rumah tangga yang tidak mempunyai fasilitas air minum.

Fasilitas pendidikan di Kabupaten Sorong tersebar di 18 Distrik dan sebagian besar di dominasi oleh fasilitas pendidikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dasar 9 tahun, yaitu fasilitas SD dan SMP.

Fasilitas pendidikan untuk jenjang yang lebih tinggi seperti SMA dan SMK lebih terkosentrasi di wilayah pusat kabupaten seperti Distrik Aimas, Mayamuk , Salawatidan Mariat.

Sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Sorong adalah 124 unit SD,11 Madrasah Ibtidaiyah, 1 SLB, 42 SMP,9 Madrasah Tsanawiyah, 18 SMA, 7Madrasah Aliyah, dan 7 SMK.

Untuk menunjang fasilitaspendidikan tersebut, Kabupaten Sorong menyediakan fasilitas PerpuSeru (Perpustakaan Seru) yang merupakan Program Mitra Kerja PT.Coca Cola Foundation Indonesia dan Perpustakaan Nasional RI.

Program ini di setiap daerah menjadi Pusat Belajar dan Berkegiatan Masyarakat Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Program Perpu Seru baru hadir dikawasan Indonesia Timur pada awal tahun 2016, yaitu di provinsi NTT, Maluku, Papuadan Papua Barat. Sedangkan kabupaten di Papua Barat yang mendapatkan bantuan dan kesempatan untuk menerima program Perpu Seru adalah Kabupaten Sorong dan Raja Ampat.

Di Kabupaten Sorong juga ada 8 fasilitas sosial berupa panti asuhan, yaitu;Darul Istiqomah, Sinar Kasih, Nurul Yakin,Al Hidayah, Kasih Agape, Muhammadiyah, Darul Aitam, dan Pelita Kasih yang tersebar di beberapa distrik seperti di Aimas, Mayamuk dan Salawati. Jumlahanak –anak yang di asuh di panti asuhan tersebut sebanyak 413 orang.