fasilitas raja ampat

KepulauanĀ Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua.

Pemerintah telah mentargetkan sebanyak 25 lokasi untuk difasilitasi terkait peningkatan destinasi wisata budaya,wisata alam dan wisata buatan, dan salah satunya adalah obyek wisata Raja Ampat yang terletak di Provinsi Papua Barat.

Fasilitasi yang dilakukan ternyata mampu memberikan dampak dan capaian yang positif, diantaranya adalah berupa peningkatan kunjungan kapal Yacht dan Cruise ke Raja Ampat.

Salah satu langkah pengembangan untuk destinasi wisata bahari adalah dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor105 Tahun 2015 tentang kunjungan kapal wisata (yacht) asing ke Indonesia.

Perpres ini memberikan beberapa kemudahan, di antaranya adalah menghapus ketentuan mengenai CAIT(Clearance Approval for Indonesia Territory).

Sebagai tindak lanjut dari Perpres Nomor 105 Tahun 2015 tersebut juga telah diundangkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 171 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Wisata (Yacht) Asing di Perairan Indonesia.

 

Kemudahan diberikan kepada kapal yacht dan cruise yang masuk dan keluar melalui 18 pelabuhan. Kemudahan tersebut memberikan dampak positif bagi pertumbuhan kunjungan kapalyacht dan juga kapal cruise.

Pada tahun 2015 tercatat ada sebanyak 1.198 kedatangan kapal yacht dengan 3.594 wisman, sedangkan pada 2016 terjadi peningkatan menjadi 1.900 kedatangan kapal yacht dengan 4.500 wisman.

Sementara untuk kapal cruise, pada tahun 2015 tercatat ada sebanyak 361 kedatangan kapal cruise dengan 108.300 wisman, dan pada 2016 terdapat 357 kedatangan kapal cruise dengan 107.100 wisman.

Program Guru Garis Depan dan Adem Mengatasi Persoalan Pendidikan di Papua

Upaya peningkatan tata kelola destinasi pariwisata difokuskan pada dua faktor critical success, yaitu Management Destinasi yang meliputi finansial, operasional, marketing, SDM, dan inovasi; serta Pembenahan Destinasi yang di konsentrasikan pada pembangunan infrastruktur dalam rangka dukungan pengembangan aksesibilitas, amenitas dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya.

Dari 25 lokasi (cluster) yang ditargetkan, Pemerintah telah merealisasikan sebanyak 27 lokasi atau sebesar 108%, terdiri dari 25 cluster existing dan 2 cluster baru. Cluster existing tersebut adalah Sabang, Toba, Nias, Muaro Jambi, Palembang,Kota Tua, Kepulauan Seribu, Pangandaran, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Pemuteran, Batur, Sanur, Rinjani, Komodo, Flores, Wakatobi, Toraja, Bunaken, Derawan, Sentarum, Belitung(Tanjung Kelayang), Tanjung Puting, Pulau Morotai, dan RajaAmpat.

Sebanyak 13.388 wisatawan telah berkunjung ke RajaAmpat, terdiri dari 10.427 wisatawan mancanegara (wisman) dan 2.961 wisatawan Nusantara (wisnus).