Ekonomi Papua Barat Terus Membaik

Ekonomi Papua Barat Terus Membaik?

Kepala Perwakilan BI Papua Barat Agus Hartanto memaparkan pada triwulan I Tahun 2017, perekonomian Papua Barat mengalami pertumbuhan pada kisaran 3,68 persen, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 4,86 persen.

Hal ini disebabkan oleh perlambatan seluruh sektor utama di Papua Barat. dari hasil Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional serta Kajian Fiskal Triwulan I Tahun 2017 di Swiss-Belhotel Manokwari.

Melambatnya kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan ini, terutama disebabkan oleh turunnya produksi LNG

Akibat turunnya permintaan dari Negara pembeli, seperti Tiongkok dan harga migas yang belum pulih secara signifikan ujarnya dalam Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional, serta Kajian Fiskal Triwulan I Tahun 2017 di Swiss-Belhotel Manokwari. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia Kanwil, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN),

 

Meski begitu, Prospek ekonomi Papua triwulan II Tahun2017, diperkirakan akan tumbuh berkisar antara 4,7 persen hingga 5,1 persen atau dengan pertumbuhan keseluruhan tahun 2017, berkisar antara 4,4 persen hingga 4,8 persen.

Pertumbuhan ekonomi Papua di triwulan II akan ditopang oleh tingginya konsumsi rumah tangga pada masa puasa dan lebaran, yang mendorong penjualan eceran,

Sementara inflasi triwulan II diperkirakan pada interval 5 persen sampai 5,4 persen, potensi resiko yang diwaspadai adalah resiko ketidak seimbangan antara suplay dan demand pada masa puasa dan lebaran.

Kondisi ini membuat peran aktif tim pengendali inflasi daerah semakin dioptimalkan dalam memitigasi risiko yang ada. Sehingga inflasi dapat lebih terkendali