BBM di Papua Barat Mahal

Harga BBM di Papua Barat Mahal? Mitos atau Tidak

Mahalnya harga BBM di Papua Barat ,kini tidak jumpai lagi. Terlebih lagi, Pemerintah menjalankan program BBM Satu Harga yang dirasa mampu menurunkan harga BBM di sejumlah daerah Timur Indonesia secara signifikan.

Hal itu dibenarkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat melakukan kunjungan kerjanya ke Papua Barat.

Menurutnya, BBM Satu Harga di Papua merupakan upaya pemerintah mengurangi perbedaan harga dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi. “Sebelum 2016 harga BBM di Papua berkisara antara Rp 50 ribu-Rp 60 ribu per liter.

Dengan kebijakan BBM Satu Harga, penjualanBBM di Papua dengan wilayah Jawa dan Bali sesuai penetapan pemerintah yaitu harga premium Rp 6.450 dan solar Rp 5.150,” ujar dia di Wamena, Papua

Rini mengungkapkan, penyetaraan harga BBM dilakukan dengan menambah jumlah lembaga penyalur (LP) total BBM Satu Harga yang telah beroperasi sejak tahun 2016 dan terus berlangsung di 2017.

BBM di Papua Barat Mahal

Ia menambahkan, hingga November 2017 di Papua Barat tercatat sudah 9 LP dan di Papua Barat terdapat 2 LP yang mendistribusikan BBM kepada masyarakat. “Kita akan terus mendorong penambahan jumlah lembaga penyalur, sehingga masyarakat di pelosok atau pedalaman Papua juga mendapatkan keadilan,”harapnya.

Berdasarkan data dari Pertamina mencatat bahwa kebutuhan BBM diwilayah Papua saat ini hampir mencapai 800 ribu kilo liter (KL) per tahun, denganalokasi sekitar 500 ribu KL untuk wilayah Papua dan 300 ribu KL untuk wilayah Papua Barat. Di katakannya, distribusi penyaluran BBM yang dilakukan melalui moda transportasi darat, laut dan udara.

Tahun depan Pemerintah menargetkan penyetaraan harga BBM di Papua terjadi di 14 titik yang antara lain tersebar diwilayah Bolkame, Abonaho Keeromdan Tolikara. “Tidak bisa dipungkiri, kondisi geografis dan distribusi di Papua menjadi tantangan.

Untuk itu, Kita terus menerus berupaya untuk mengatasinya secara bersama-sama. Pastinya, kita optimis penyetaraan Harga BBM di titik titik yang ditargetkan dapat terwujud.

Tentunya, demi kemajuan kita semua dan pemerataan ekonomi membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, sinergi BUMN, masyarakat dan semua pemangku kepentingan,”tandasnya.