KEBIJAKAN DI PAPUA DAN PAPUA BARAT PERLU BELAJAR DARI KASUS TIMOR TIMUR

KEBIJAKAN DI PAPUA DAN PAPUA BARAT , PERLU BELAJAR DARI KASUS TIMOR TIMUR

Problem Papua dan Timor Timur sebenarnya ada kemiripan. Walau Timor Timur sama sekali berbeda dengan Papua dan papua barat status hukum di Papua juga 100 persen aman (berbeda dengan Timor Timur dulu yang tidak aman karena tidak diakui PBB), namun sampai sekarang tidak ada satupun instansi pemerintah, baik Badan Intelijen Negara (BIN), Kemendagri, Kemenlu, Bappenas, dan yang lainnya yang mengambil lesson learned dari Timor Timur sehingga bisa diambil sebagai pelajaran untuk menangani masalah politik dan keamanan di Papua.

Memang di Papua saat ini kita jauh lebih aman. Tapi, masalah politik dan keamanannya, banyak kemiripan dengan Timor Timur, dimana ada sekelompok orang yang tidak puas dengan pengelolaan kebijakan di Papua. Bagaimana cara menanggulangi mereka ini? Menurut saya, jangan sampai kita mengulang hal-hal yang sama yang pernah terjadi di Timor Leste, terjadi juga di Papua.

Sebagai orang yang pernah lama tinggal di Amerika dan menjadi duta besar di sana, Amerika sendiri setiap perang selalu ada kajian mendalam,habis-habisan, sampai ribuan halaman kajiannya, terkait apa kesalahan yang dilakukan, di mana masalahnya, dan lainnya. Namun untuk Timor Timur, sampai sekarang tidak ada kajian pemerintah yang resmi mengenai what happened, how we did wrong, what we did wrong, di Timor Timur dan bagaimana untuk mencegahnya di kemudian hari.

Pertanyaan paling besar saat ini adalah meskipun apa yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam pembangunan ekonomi di Timor Timur itu sangat luar biasa, namun semua dana dan strategi pembangunan yang sangat besar tersebut sama sekali tidak berhasil meredam separatisme di Timor Timur. Jadi jajaran pemerintah, terutama intelijen, perlu melakukan perencanaan agar pemanjaan dan fasilitas ekonomi yang kita diberikan kepada Papua dan papua barat ini akan menjelma menjadi suatu perubahan sikap politik orang-orang yang selama ini menentang Indonesia.

(Disarikan dari pernyataan Dr. DinoPatti Djalal, M.A. dalam Webinar Institute dengan tema : New York Agreement dan Pembangunan Papua, pada 16 Agustus 2021)

Read More: DANA OTSUS PAPUA BERDAMPAK SIGNIFIKAN BAGI PEMUDA DAN MASYARAKAT