lionfish papua barat

Industrialisasi Sektor Perikanan Mampu Menggerakkan Perekonomian Papua Barat

Provinsi Papua Barat di kenal memiliki kekayaan alam bahari yang begitu besar berupa hasil perikanan yang berlimpah dan ke aneka ragaman ekosistem air, dimana sektor perikanan menyumbang sekitar 4,36 persen pada PDRB Provinsi Papua Barat.

Dari sisi hasil usaha, sektor perikanan budidaya memiliki nilai tambah yang lebih besar, berkelanjutan dan pembiayaan yang relatif lebih minim dibandingkan sektor perikanan tangkap.

Secara ekonomis, budidaya ikan memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan menangkap ikan di laut maupun di perairan umum, tapi penangkapan ikan memerlukan biaya yang cukup besar. Dari sisi ekonomi, sektor perikanan budidaya lebih menguntungkan karena tidak terpengaruh oleh musim.

Dari sisi potensi sumber daya, sebenarnya Provinsi Papua Barat memiliki kekayaan laut yang cukup melimpah karena dikelilingi oleh perairan laut bebas, terutama Kabupaten Raja Ampat.

Papua Barat juga memiliki pulau yang cukup banyak yaitu sebanyak 1.945 pulau dan ini berarti bahwa Papua Barat memiliki potensi perikanan yang besar dan dapat mensuplai kebutuhan bahan baku ke sektor industri pengolahan hasil-hasil perikanan seperti ikan kaleng atau udang beku.

Upaya industrialisasi sektor perikanan ini diprediksi mampu menggerakkan perekonomian Papua Barat karena tidak perlu impor bahan baku, sehingga keberadaan sektor ini akan memberikan efek terhadap sektor-sektor lain.

Industrialisasi ini dikenal dengan istilah Ekonomi Biru (Blue Economy) yang merupakan sebuah paradigma baru yang bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan dan perikanan, sekaligus menjamin kelestarian sumberdaya serta lingkungan pesisir dan lautan.

Pendekatan pembangunan industrialisasi kelautan dan perikanan melalui blue economy merupakan model pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak lagi mengandalkan pembangunan ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan yang berlebihan karena konsep blue economy tetap memperhatikan aspek ekosistem perairan.

Industrialisasi perikanan merupakan upaya untuk menjadikan sektor perikanan menjadi sebuah kegiatan industri dan berorientasi pada skala industri. Industrialisasi perikanan mengembangkan sektor perikanan secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir. Integrasi ini akan menciptakan kesetaraan usaha perikanan hulu dan hilir.

Konsep industrialisasi perikanan yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini merupakan program industrialisasi perikanan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk perikanan (value added), sekaligus meningkatkan daya saing yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam industrialisasi perikanan berbasis blue ekonomi ini adalah;

  • peningkatan nilai tambah;
  • peningkatan daya saing;
  • modernisasi sistem produksi hulu dan hilir;
  • penguatan pelaku industri perikanan berbasis komoditas, wilayah dan sistem manajemen; berkelanjutan, serta; transformasi sosial.

Konsep industrialisasi perikanan sebenarnya dapat memberikan manfaat yang tepat bila sasarannya jelas, programnya fokus, dan berkelanjutan.

Salah satu masalah dalam pengembangan sektor perikanan di Papua Barat adalah minimnya daerah pemasaran, terutama karena nelayan tidak memiliki posisi tawar-menawar harga yang seimbang dengan pedagang besar ikan.

Karena itu Pemerintah Daerah seharusnya bisa lebih giat dalam mendorong pengembangan perikanan budidaya, khususnya budi daya ikan laut.

West Papua independence News

Nasib nelayan perlu mendapat perhatian, tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan alat tangkap ikan saja, namun juga dalam hal penyediaan daerah pemasaran ikan.

Meningkatnya produksi perikanan tidak selalu berdampak pada kesejahteraan nelayan.

Nilai tambah yang lebih tinggi adalah produk perikanan hasil olahan industri karena selain dapat memenuhi kebutuhan domestik di Papua Barat, juga memberikan sumbangan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui ekspor.

Dan nilai ekspor produk pertanian hasil olahan industri jauh lebih tinggi daripada nilai komoditas perikanan mentah.

Blue economy sangat tepat diterapkan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis sektor perikanan seperti di Papua Barat.

Fokusnya bukanlah pada peningkatan produksi pertanian setiap tahunnya tetapi pada bagaimana mengoptimalkan potensi perikanan di wilayah Papua Barat melalui program yang bersinergi, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Industrialisasi perikanan perlu dikembangkan tanpa harus mengeksploitasi ekosistem laut secara berlebihan karena utamanya adalah peningkatan kesejahteraan nelayan khususnya di daerah pesisir pantai.

Karena itu, pemerintah daerah perlu menyusun suatu masterplan blue economy yang terarah dan berorientasi pada peningkatan subsektor perikanan sebagai penggerak perekonomian, khususnya perikanan budi daya.

Ini tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah karena sebagian besar rumah tangga perikanan memiliki skala usaha menengah ke bawah.

Konsep blue economy harus diterapkan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, pengusaha, investor dan pihak terkait lainnya demi masa depan subsektor perikanan di Papua Barat yang lebih baik serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.