Papua Barat Ekspor Bahan Bakar Mineral

Papua Barat Pengekspor Bahan Bakar Mineral Terbesar di Indonesia

Nilai ekspor provinsi Papua Barat pada bulan Oktober 2017 tercatat mencapai USD 155,96 juta, dimana bahan bakar mineral merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar yaitu sebesar USD 153,2 juta atau mencapai 98,25% dari total ekspor PapuaBarat.

Berikutnya menyusul:

  • Ikan dan Udang yang mencapai sebesar USD0, 42 juta atau sekitar 0,27%;
  • Daging dan Ikan olahan sebesar USD 0,33 juta atau sekitar 0,21%;
  • Kayu dan barang dari kayu sebesar USD 0,11 juta atau sekitar 0,07%;
  • Paket pos, parcel dan barang yang di kembalikan sebesar USD 0,001 juta atau sekitar 0,0006%.

Berikutnya adalah:

  • Kopi, teh, dan rempah-rempah yang nilainya mencapaiUSD 0,0004 juta atau sekitar 0,0003%,
  • Sabun dan preparat pembersih sebesar USD 0,0004 juta atau sekitar 0,0003%
  • dan golongan lainnya sebesar USD 1,86 juta atau sekitar 1,19%.

 

Nilai ekspor Papua Barat terbesar tercatat pada bulan September 2017 ke Tiongkok yang nilainya mencapai USD 96,03 juta, disusul berikutnya adalah ekspor ke Jepang sebesar USD 20,31 juta dan ke Korea Selatan sebesar USD 3,94 juta. Jumlah total ekspor Papua Barat ke ketiga negara tersebut berkontribusi sebesar 90,10%.

  • Ekspor terbesar Papua Barat hinggaOktober 2017 sebagian besar dilakukan hanya melalui 7 (tujuh) pelabuhan, yaitu pelabuhan Bintuni dengan nilai USD153,23 juta atau 98,25% terhadap total nilai ekspor Papua Barat.
  • Disusul berikutnya oleh pelabuhanManokwari dengan nilai ekspor sebesarUSD 1,84 juta (1,18%);
  • pelabuhan Tanjung Perak dengan nilai ekspor sebesar USD0,73 juta (0,47%);
  • Bandara Internasional Ngurah Rai sebesar USD 0,13 juta(0,08%),
  • Bandara Hasanuddin dengan nilaiekspor sebesar USD 0,001 juta (0,0003%),
  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan nilai ekspor sebesar USD 0,0001juta (0,0001%), s
  • Serta melalui pelabuhanlainnya dengan nilai ekspor sebesar USD0,02 juta (0,01%).

Sementara itu, nilai impor PapuaBarat hingga Oktober 2017 hanya sebesar USD 0,001 juta, yaitu berupa peralatan listrik, mesin, perangkat optik, buku dan barang cetakan, serta perhiasan/permata.

Negara pemasok barang impor ke Papua Barat hingga Oktober 2017 tercatat yang terbesar adalah Tiongkok dan menyusul berikutnya Singapura serta negara-negara lainnya.