gambar 4

Keterpaduan Infrastruktur di Pulau Papua

Untuk menjawab Agenda Nawacita Presiden Joko Widodo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyusun RencanaUltimate Pulau Papua Tahun 2025 sebagai bentuk dukungan Kementerian PUPR dalam mengembangkan Pulau Papua.

Terkait hal tersebut, program CiptaKarya adalah membangun 7 (tujuh) unit Saluran Penyedia Air Minum (SPAM), 5 (lima) unit Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja dan 2 (dua) unit Saluran Pembuangan Air Limbah.

Dalam hal ini peran dan dukungan Cipta Karya difokuskan untuk peningkatan kualitas hidup penduduk Pulau Papua.

Sedangkan program Sumber Daya Air di rencanakan akan membangun masing masing satu unit bendungan dan waduk, pembangunan 9 (sembilan) unit Daerah Irigasi di tiap lokasi dan pembangunan Embung di satu lokasi, pembangunanwaduk Maybrat, bendungan Wariori dan Waduk Tambraw di Provinsi Papua Barat serta pembangunan waduk Gali Efata di Provinsi Papua.

Dalam hal ini peran dan dukungan Sumber Daya Air di fokuskanuntuk peningkatan ketahanan pangan bagi penduduk Pulau Papua Untuk program Bina Marga, hingga tahun 2025 di rencanakan akan membanguns ejumlah ruas jalan nasional di antaranya:

  • ruas jalan Lingkar Raja Ampat sepanjang10 Km;
  • ruas jalan Teluk Bintuni sepanjang17 Km;
  • ruas jalan Sorong – Makbon – Mega – Sausafor – Saukorem – Arfu – Mega;
  • ruas jalan Yetti – Ubrub – Oksibil sepanjang238,5 Km;
  • ruas jalan Tiom – Muliasepanjang 66,6 Km;
  • ruas jalan Depapre– Lonkrang sepanjang 6 Km;
  • ruas jalanTrans Papua Wamena – Elelim – Jayapurasepanjang 115 Km; dan pembangunanjembatan Holtekam.

Dalam hal ini perandan dukungan Bina Marga difokuskan untukpeningkatan konektivitas Pulau Papua.

Untuk sektor perumahan akan dibangun rumah khusus di daerah terpencil sebanyak 1.020 unit dan juga rumah khusus di Kabupaten Boven Digoel.

Keterpaduan Infrastruktur di Pulau Papua

Dalam hal ini peran dan dukungan Cipta Karya di fokuskan untuk peningkatan lingkungan daerah pinggiran Pulau Papua.Untuk mendukung pembangunan daerah perbatasan, di rencanakan pembangunan rumah khusus perbatasan di Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Merauke, dan di pulau-pulau terluar serta rencana penanganan 11 ruas jalan strategis yaitu ruas jalan:

  • Nabire-Wagete-Enarotali,Jayapura-Nimbrokang-Sarmi, Serui-Menawi-Saubeba, Timika-Mapurujaya-Pomako, Jayapura-Wamena-Mulia,Merauke-Tanah Merah-Waropko, Hamadi-Holtekamp-Skouw (perbatasan dengan Papua Nugini).

Ketersediaan infrastruktur Non PUPRdi Pulau Papua, yaitu;

  • pelabuhan Arar dan pelabuhan Sorong;
  • pelabuhan regional Manokwari, Teluk Bintuni dan Manokwari Selatan;
  • dua pelabuhan pengumpul di Teluk Wondama; pelabuhan pengumpul Kaimana;
  • pelabuhan pengumpul Teluk Bintuni;
  • pelabuhan pengumpul regional Nabire;
  • pelabuhan pengumpul Pomako;
  • pelabuhan pengumpul Kabupaten Sarmi;
  • pelabuhanutama internasional Jayapura;
  • pelabuhan utama internasional Merauke;
  • pelabuhanpengumpul,
  • pelabuhan regional,
  • pelabuhan nasional di Kabupaten Biak Numfor.

Berikutnya adalah infrastruktur berupa bandara pengumpul skala tersier kota Sorong (bandara Domine EdwardOsok); bandara pengumpul skala tersierRendani, Manokwari; bandara pengumpanManokwari Selatan dan Teluk Bintuni; bandara di Teluk Wondama; bandara pengumpan Kaimana; bandara pengumpanFak-fak dan Teluk Bintuni; bandara pengumpul skala tersier Nabire; bandara pengumpan di Kabupaten Nabire, 2bandara di Deiyai, 1 bandara di Dogiyai,dan 2 bandara di Paniai.

Bandara pengumpul skala tersier di Kabupaten Mimika;

  • bandara pengumpandi Kabupaten Puncak;
  • 2 bandara diKabupaten Puncak Jaya;
  • 2 bandara diKabupaten Tolikara;
  • bandara KabupatenLanny Jaya;
  • bandara Kabupaten Mamberamo Tengah;
  • bandara pengumpulskala tersier di Kabupaten Jayawijaya;
  • bandara pengumpul skala sekunder Jayapura;
  • 3 bandara pengumpan di Kabupaten Pegunungan Bintang;
  • 2 bandara pengumpan di Merauke; bandarapengumpan skala sekunder di Merauke; dan bandara Frans Kaisepo di Kabupaten Biak Numfor.

Selanjutnya adalah Terminal Tipe B Kota Sorong, Terminal Tipe C masing masing di Kabupaten Sorong, Maybrat,Tambraw, Manokwari, dan Manokwari Selatan, serta Teluk Bintuni; Terminal Penyebrangan Kabupaten Kaimana; Terminal penyebrangan dan Terminal Tipe B Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Fak-Fak, Terminal Tipe C Kabupaten Jayawijaya; Terminal Penyebrangan dan 3 terminal Tipe C di Kabupaten Sarmi,Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura; Teminal Tipe C di Merauke, dan Terminal Tipe B Kabupaten Biak Numfor.

Derap Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Sorong