ekonomi papua

Peran Bisnis Pariwisata dalam Pembangunan Ekonomi

Saat ini pariwisata telah menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar dan mempunyai tingkat pertumbuhan paling pesat di dunia.  Pembukaan daerah tujuan wisata baru dan investasi di bidang pariwisata telah mengubah pariwisata sebagai salah satu penggerak utama kemajuan sosio-ekonomi suatu negara melalui penerimaan devisa, penciptaan lapanganpekerjaan dan kesempatan berusaha, serta pembangunan infrastruktur.

Organisasi Pariwisata Dunia (United Nation World Tourism Organization / UNWTO) memperkirakan jumlah wisatawan internasional akan mencapai 1,8 miliar pada tahun 2030 dengantingkat pertumbuhan kunjungan per tahun sebesar 3,3 persen.

Sekarang ini telah muncul banyak daerah tujuan wisata baru di berbagai negara di dunia, dan kawasan Asia Pasifik di perkirakan mempunyai pertumbuhan yang paling tinggi dibanding kawasan lainnya.

Pengelolaan pariwisata bukanlah hal yang mudah karena melibatkan hampir semua sektor ekonomi, baik industri yang berkarakter pariwisata (tourism characteristic industry), seperti hotel dan restoran, maupun industri yang sepintas tidak berkaitan langsung dengan industri pariwisata, namun sebagian permintaannya (demand) berasal dari pariwisata (tourism connected industry).

Jumlah industri yang terkait dan menerima dampak dari kegiatan pariwisata sangat banyak, tapi pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan pariwisata sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lain.

Melalui upaya promosi dan peningkatan pelayanan, didukung membaiknya situasi keamanan, serta pemulihan dari krisis ekonomi global yang banyak dialami negara-negara Eropa,jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada setiap tahunnya.

Pada tahun 2016 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,41 juta, naik 10,29% dibanding tahun sebelumnya. Faktor lain yang juga sangat berpengaruh terhadap industri pariwisata Indonesia adalah pergerakan wisatawan Nusantara(wisnus) yang berperan besar dalam menciptakan dampak ekonomi.

Karena itu, dengan slogan “Pesona Indonesia”, pemerintah semakin gencar melakukan promosi pariwisata dan diharapkan semakin banyak penduduk Indonesia yang ingin mengetahui lebih banyak tentang negerinya sendiri.

Dengan adanya kegiatan perjalanan wisata, diharapkan akan tercipta konsumsi wisatawan di dalam negeri yang merupakan faktor pendorong bagi pengembangan sarana dan prasarana pariwisata yang pada akhirnya akan mendorong perkembangan pariwisata khususnya dan perekonomian pada umumnya.

Nilai ekonomi penjualan jasa pariwisata terkadang tidakdapat diukur secara nyata dalam bentuk nominal. Namun, sesungguhnya nilai ekonomi kegiatan pariwisata itu tidak hanya dinikmati oleh satu sektor tertentu, melainkan juga oleh berbagai sektor. Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumsi wisatawan, maka akan semakin besar pula dampak ekonomi yang dinikmati, dan semakin banyak sektor yang terkait.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009,usaha pariwisata meliputi tiga belas jenis utama, yaitu: dayatarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, penyediaana komodasi, penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi,penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi danpameran, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata,wisata tirta, serta spa.