Perbedaan

Hasan Samay seorang warga Kaimana mengungkapkan bahwa dari dulu sebenarnya tidak pernah ada permasalahan terkait toleransi beragama di Papua.

Perbedaan agama tidak pernah memicu kerusuhan dalam kehidupan masyarakat Papua. Kalaupun ada suatu keributan, itu biasanya disebabkan lebih karena persoalan sosial, ekonomi, dan politik.

Lebih lanjut Hasan Samay mengemukakan bahwa berdasarkan hasil penulisan Dr. Wanggai dan cerita orang-orang tua secara turun temurun,

agama Islam masuk ke Papua melalui Kerajaan Tidore, selanjutnya ke kepulauan Raja Ampat. Setelah itu sampai ke Sorong, Salawati, Fakfak, Kaimana hingga keperbatasan Timika.

Jadi, agama Islam pertama kali masuk ke Papua di daerah selatan Papua. Itu terjadi jauh sebelum agama lain masuk ke Papua.

Kita tahu bahwa agama Kristen masuk ke Papua setelah mendapatkan izin dari Kesultanan Tidore, karena waktu itu Papua adalah bagian dari wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore.

Selain memberikan izin, Sultan Tidorejuga memberikan kecukupan perbekalan kepada dua orang pengabar Injil dari Jerman, yaitu C.W. Ottow dan J.G.Geissler serta memerintahkan dua orang anggota kerajaan untuk mengawal kedua orang misionaris Kristen tersebut hingga mendarat di pulau Mansinam, Papua.

Sultan Tidore yang beragama Islam sangat toleran terhadap perbedaan agama sehingga dengan terbuka mengizinkan misi zending untuk masuk ke Papua, bahkan melakukan pengawalan untuk menjamin keselamatan C.W. Ottow dan J.G. Geissler hingga sampai ketujuan.

Sampai sekarang, para pemuka adat dan masyarakat di Fakfak hinggake Kaimana disebut dengan ‘Raja’.

Presiden Jokowi : Papua Bagaikan Mutiara Yang Terpendam

Ini berbeda dengan ketua adat di tempat lain di Papua, yang dikenal denga sebutan‘Ondoafi’.

Ini merupakan salah satu peninggalan dari pengaruh KesultananTidore yang masih ada sampai sekarang di Papua.

Kami tetap pada prinsip bahwa perbedaan agama di wilayah Papua bukanlah sebuah persoalan, karena bagi kami agama adalah keyakinan masing-masing orang.

Dimanapun tempat tinggalnya, setiap orang bebas untuk memilih agama yang ingin mereka anut. Apalagi di Papua yang merupakan bagian dari wilayah NKRI

Papua Barat Menyimpan Karang Laut Terindah