ASEAN dan Pasifik Selatan Menjadi Prioritas Polugri RI

Indonesia Prioritas Politik Luar Negeri Pasifik Selatan

Pasifik Selatan merupakan sebuah kawasan yang terdiri dari negara-negara kepulauan dengan wilayah teritori yang amat kecil, namun sebagianbesar eksistensinya berada dalam suatu kawasan yang relatif ‘tenang’ dan memiliki dinamika tersendiri dalam hubungan antar negara, seperti hubungannya dengan Australia dan Timor Leste.

Indonesia merupakan negara yang berada diantara dua samudera yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik.

Kondisi dan posisi geografis Indonesia ini sangat prospektif di kawasan Asia Pasifik.Selain itu, dari sisi politik, Indonesia juga memiliki peranan penting di Asia Pasifik.

Dan strategi Indonesia untuk dapat berperan dalam pengembangan kawasan Pasifik Selatan adalah melalui bantuan kapasitas.

 

Kawasan Pasifik Selatan merupakan rumah bagi tiga budaya besar, yaitu Melanesia, Polinesia dan Mikronesia.

Pengaruh budaya Melanesia terlihat dalam hubungan antara budaya dan kepemimpinan, konstitusi, dan pemerintahan, dan juga hubungan internasional.

Melanesia merupakan gugus kepulauan yang memanjang dari Maluku lalu ke timur sampai Pasifik bagian barat,serta utara dan timur laut Australia.

Indonesia memiliki tiga wilayah yang memilki rumpun Melanesia yaitu wilayah Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

Dengan adanya semangat solidaritas etnis yang tinggi dari beberap negara ras Melanesia, kemudian terbentuklah sebuah organisasi antar pemerintah (intergovernmental organization) yaitu Melanesian Spearhead Group (MSG).

Kawasan kepulauan Pasifik ini memiliki peranan penting bagi Indonesia untuk menggalang kerjasama ekonomidan kemakmuran di kawasan pasifik.

Upaya promosi hubungan ekonomi ke negara negara Pasifik terus dilakukan oleh Perwakilan RI terkait, meskipun disadari secara realistis prospek peningkatan hubungan perdagangan, investasi, dan pariwisata dari Indonesia kePasifik masih terkendala oleh isu-isu seperti konektifitas (belum terdapat penerbangan dan pelayaran langsung), daya serap pasar tujuan yang terbatas sebagai small island economies, maupun kendala di lokasi seperti isu kepemilikan tanah, keamanan lokal, dan biaya tinggi pembangunan prasarana.

Indonesia memiliki 2 (dua) mitra dagang terbesar tradisional dikepulauan Pasifik yakni Fiji dan PapuaNugini, dengan volume perdagangan dua-arah masing-masing mencapaiUSD26,2 juta/ USD20,9 juta danUSD253, 58 juta/ USD97,4 juta (2013) dengan posisi surplus untuk RI .

Produk unggulan RI di Fiji mencakup kertas,sanitasi, plastik, garmen, elektronika, dan mesin/ kendaraan rakitan, sementara produk RI yang diminati diPapua Nugini mencakup kertas, minyak sawit, sanitasi, pangan, dan produk baja.

Sebelumnya Indonesia menempatkan ASEAN sebagai prioritas pada politik luar negerinya. Namun,karena penduduk Indonesia yang sangatberagam, hal ini mendorong Indonesia untuk juga melakukan kerja sama dengan kawasan lain, karena secara geografis wilayah Indonesia tidak hanya berdekatan dan memiliki kesamaan ras dengan budaya dengan negara-negaradi ASEAN, tetapi juga dengan negara-negara di wilayah Pasifik Selatan dan Indonesia berkomitmen untuk ikut dalam pekembangan di wilayah Pasifik Selatan terutama melalui Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Island Forum (PIF). Karena itulah sekarang ini prioritas politik luar negeri Indonesia tidak hanyaASEAN melainkan juga MSG.

Wisata Potensial di Kabupaten Sorong