Program Padat Karya Untuk Petani dan Nelayan Papua

Program Padat Karya Untuk Petani dan Nelayan Papua

WestPapua Tabloid, Departemen Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat( PUPR) berkomitmen menunjang pembangunan infrastruktur dalam rangka tingkatkan perekonomian di Papua. Tidak cuma infrastruktur skala besar semacam jalur perbatasan serta Trans Papua, penyediaan infrastruktur kerakyatan pula disalurkan dengan skema Padat Karya Tuna i( PKT/ cash for work) guna mendesak perkembangan ekonomi perdesaan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berkata, Program Padat Karya dilaksanakan lewat pembangunan infrastruktur yang mengaitkan warga/ masyarakat setempat , spesialnya infrastruktur berskala kecil ataupun pekerjaan simpel yang tidak memerlukan teknologi. Tujuannya buat mendistribusikan dana pembangunan sampai ke desa- desa.

 

” Tidak hanya buat tingkatkan energi beli warga, Program Padat Karya pula bertujuan mendistribusikan dana pembangunan sampai ke desa/ pelosok. Pola penerapan Program Padat Karya pula wajib mencermati protokol physical social distancing buat penangkalan penyebaran Covid- 19,” imbuh Menteri Basuki, Sabtu ( 7/ 8/ 2021).

Program padat karya tunai di Papua salah satunya disaluran lewat Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Daerah

(PISEW) oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya. Itu disalurkan dengan membangun jalur produksi serta tambatan perahu buat mempermudah nelayan ataupun petani mengangkat hasil pertanian, perkebunan, serta perikanan.

Program PISEW di Papua pada tahun ini dilaksanakan di 20 posisi dengan serapan tenaga kerja sebanyak 346 orang.

Sebagian program PISEW di Papua yang sudah berakhir pengerjaannya salah satunya di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Westpa Papua Tabloid

Daerah Distrik Agats yang didominasi dengan lahan gambut dinilai menyulitkan akses masyarakat sebagian desa di buat menjangkau distrik lain, spesialnya dikala masa hujan. Akses masyarakat salah satunya merupakan memakai kano ataupun speed boat dengan bayaran sewa lumayan mahal.

Pembangunan jalur desa serta pujuaan perahu tersebut diperuntukan buat masyarakat setempat yang kebanyakan bekerja selaku nelayan serta petani.

Kecamatan ataupun desa yang berhak menemukan program PISEW wajib mempunyai sebagian kriteria, ialah kecamatan ataupun desa yang berpotensi berbasis agropolitan, kenaikan zona ekonomi warga, serta rencana tata ruang yang searah dengan pemerintah kabupaten/ kota.

Diharapkan program Padat Karya PISEW bisa kurangi angka kemiskinan, kesenjangan antar daerah serta kurangi indeks kemahalan, dan pemerataan pembangunan infrastruktur di segala daerah Indonesia.