SNAP MOR ADALAH TRADISI MEMANCING DI BIAK PAPUA

SNAP MOR TRADISI MEMANCING DI PAPUA DAN PAPUA BARAT

West papua 2021 – Papua dan Papua Barat kaya dengan potensi bahari dan tradisi budaya. Snap Mor adalah tradisi penangkapan ikan yang biasa dilakukan di Biak, Papua. Orang orang di sana melakukan kegiatan menarik yang melibatkan pria dan wanita bersama sama. Tradisi bahari telah dilestarikan oleh masyarakat dan juga telah dilakukan selama Festival Biak Munara Wampasi. Lihat detailnya di bawah ini.

Proses Snap Mor

West papua news – Snap Mor adalah tradisi memancing yang dikenal di Biak, Papua. “SnapMor” secara harfiah berasal dari dua kata yang memiliki arti yang mirip. Dalam bahasa daerah Biak, “snap” berarti“karang atau batu”. Ini seperti menghabiskan batu batu kecil di sungai, aliran, kanal, atau pantai.

Sedangkan “mor” diartikan sebagai tumpukan karang yang sengaja disatukan. Bentuknya biasanya bulat dan ukurannya bervariasi dari kecil, sedang hingga besar. Kata “mor” juga berarti “nyan” dalam bahasa Biak atau“jalan” di mana karang karang bulat besar bertumpuk menjadi satu.

West papua news – Snap Mor paling baik dilakukan selama “bulan mati.” Ini merupakan kondisi di mana bulan tidak purnama, biasanya antara bulan Maret sampai Agustus dimana air surut terjadi lebih lama dari siang sampai malam. Namun, penangkapan ikan secara tradisional juga dapat dilakukan pada bulan bulan lainnya, tetapi hanya dapat dilakukan pada malam hari karena biasanya air akan surut dengan kecepatan tersebut.

Bagi masyarakat Biak, Snap Mor biasanya diawali dengan persiapan terlebih dahulu. Mereka mensurvei lokasi, waktu terbaik untuk memancing, dan gelombang pasang. Idealnya, spot terbaik adalah lokasi daerah dangkal yang dikelilingi oleh gelombang pasang rendah yang ditandai dengan angin timur dan curah hujan yang tinggi. Mereka menyiapkan jaring, perahu, dan tombak atau “kalawai” untuk digunakan dalam proses tersebut. Mereka juga menentukan berapa banyak orang yang akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut karena terkadang mereka tidak hanya melibatkan orang orang dari daerah yang sama tetapi juga orang orang dari daerah lain.

Sebelum melakukan Snap Mor, seorang tokoh tua setempat akan memimpin untuk melakukan ritual suku.Ritual ini dimulai dengan membaka rdaun kelapa dan memasang lampu berbahan bakar gas untuk mencerahkan prosesnya. Orang orang berkumpul dalam lingkaran dan pemimpin ritual membimbing untuk berdoa bagi keberhasilan dan keselamatan kegiatan. Setelah itu, orang orang, baik pria maupun wanita, akan pergi memancing bersama.

Pentingnya Snap Mor Bagi Orang Biak

Secara umum, makna Snap Mor bagi masyarakat Biak belum banyak berubah. Berikut adalah fungsi sosial dan
kerja sama yang di jelaskan sebagai berikut.

Fungsi Sosial

West papua – Snap Mor berfungsi untuk membangun nilai sosial karena prosesnya melibatkan semua orang tanpa mempertimbangkan batasan. Dari awal perencanaan hingga kegiatan memancing Snap Mor, semuanya melibatkan semua orang mulai dari orang tua hingga anak anak baik pria maupun wanita. Selama rangkaian kegiatan, proses sosial terjadi karena banyak orang yang disibukkan dengan pekerjaan sehari hari dapat bertemu di acara tersebut

Fungsi Kerja Sama

Tradisi memancing tradisional juga dapat mengatur fungsi kerjasama. Itu semua dikelola melalui kerja tim an-
tara pria dan wanita, antara orang tua dan pemuda. Hal ini sejalan dengan kata “mor” itu sendiri yang merupakan tempat bertemunya karang dan batu laut dengan berbagai ukuran

Pelestarian Snap Mor

Untuk melestarikan Snap Mor sebagai tradisi penangkapan ikan dan buday abahari masyarakat Biak, hal ini terus dipertahankan. Kegiatan ini hampir setiap tahun dikelola oleh setiap desa oleh masyarakat setempat. Bagi mereka, itu lebih dari menangkap ikan tetapi filosofi kebersamaan, fair play, dan nilai sosial yang terpelihara dengan baik.

Pemerintah daerah juga turut andil dalam pelestariannya karena telah menggelar Festival Biak Munara Wampasi atau yang biasa disebut Festival BMW sejak tahun 2012. Festival ini diselenggarakan dengan berbagai acara budaya yang menarik, seperti Tari Pancar, Apen Bayeren, dan SnapMor yang dipercantik dengan suaras eribu tifa, alat-alat musik tradisional, dan kapal Wairon. Sekarang festival ini telah diadakan setiap tahun sejak 2018, menjadi agenda utama pariwisata Biak.

Read More: KONTRIBUSI PEMERINTAH PUSAT UNTUK PAPUA