PENDETA METUSALEH P.A. MAURY

SOLUSI KONFLIK PAPUA DENGAN DUDUK DAN DIALOG BERSAMA SERTA PENDEKATAN DAMAI KEAGAMAAN

West papua 2021 – Sebagai Ketua Persekutuan Gereja Gereja di Papua, kami bermitra dengan agama agama lain di Papua. Kita bermitra dengan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama). Saya PENDETA METUSALEH P.A. MAURY anggota FKUB. Terkait konflik keamanan di Papua, kita sudah punya data banyak, tinggal bagaimana kita bertindak. Kita sudah berdoa. Semua agama dan umat berdoa untuk kedamaian di Tanah Papua.

Tahun 2002, kita mencanangkan Papua Tanah Damai. Itu sejak 2002. Kalau ini bisa dipertahankan terus sampai sekarang, itu luar biasa, dan bukan tidak mungkin.

Melihat konflik di Papua, semua prihatin. Semua saudara di seluruh Indonesia ikut prihatin dengan Papua, karena kita satu bangsa, satu negara, dan firman Tuhan berkata begitu: jika ada seseorang di antara kita merasa sakit, yang lain juga akan ikut sakit.

Sejarah Papua itu dibelokkan oleh Belanda dan Organisasi Papua Merdeka(OPM). Terkait konflik, itu siapa yang berkonflik? Siapa dengan siapa? Karena apa? Pasti ada isu. Lalu konflik keamanan, berarti keamanan di Papua tidak nyaman, terganggu.

Ketua Persekutuan Gereja Gereja di Papua
Ketua Persekutuan Gereja Gereja di Papua

Kita semua mengetahui ada separatisdan berbagai kelompok. Untuk menghadapi separatis, pasti TNI Polri. Mereka turun ke suatu tempat untuk menjaga dan mengamankan masyarakat, mulai dari akar rumput sampai pemimpin di birokrasi pemerintahan. TNIPolri telah memberikan bantuan luar biasa untuk menjaga keamanan di Papua. Kita bangga punya mereka dan hadir di Papua.

Dari sisi tokoh agama, kami tidak ada istilah: tentara dan polisi tidak boleh datang. Jika ada yang punya pemahaman begitu, maka yang datang separatis. Jika separatis datang, kita semua binasa.

Bagaimana solusi mengatasi konflik Papua? Ada tiga hal besar. Yakni mari duduk bersama orang Papua, mari berdialog bersama orang Papua, dan pendekatan damai keagamaan. Mari menginventarisir isu isu. Ada berapa isu yang anda terima tentang Papua? Inventarisir isu isu, dan selesaikan. Jika kita hantam kromo saja, maka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Saya bisa menunjukkan tujuh isu: politik, ekonomi, Otsus, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan Freeport. Ini isu yang harus d inventarisir. Sesudahitu, berikutnya kita harus mendata dengan baik dan benar para pembuat isu tadi. Supaya kita menyelesaikannya tepat sasaran. Ini solusi. Mari kita mencari solusi dengan bersumber dan berakar dari hati nurani yang cinta Tanah Papua dan cinta orang Papua.Jangan hanya cinta tanahnya saja. Juga, cinta peradaban orang Papua dan peradaban kita sebagai anak nusantara, anak bangsa bersama sama. Jadi harus duduk bersama orang Papua, berdialog bersama orang Papua, dan membahas semua masalah.

SOLUSI DAPAT DITEMUKAN APABILA SELURUH PIHAK SETUJU UNTUK MEMILIKI HATI NURANI. SUDAH WAKTUNYA BICARA DARI HATI.

Solusi dapat ditemukan apabila seluruh pihak setuju untuk memilik ihati nurani. Sudah waktunya bicara dari hati. Presiden Jokowi memberi kesempatan pada 2017, saat tokoh tokoh bertemu, sudah dikasih kesempatan duduk bersama, tapi realisasinya belum bisa karena waktu itu saudara kami yang diberi mandat menjalankan itu, Paternelis, meninggal. Sehingga tidak bisa dilanjutkan untuk duduk bersama.

Sekarang ada kesempatan. Presiden dan semua saudara kita, juga yang berseberangan dengan kita, kita ajak duduk bersama. Kita jamin. Saya sangat mengucap syukur pada Tuhan, dua bulan lalu, Panglima TNI dan Kapolri datang ke Papua di Jayapura dan mengundang saya bersama empat tokoh agama. Panglima TNI dan Kapolri jamin, asal mau saja, saudara saudara kita memberi kesempatan mereka untuk mengajak turun para pemberontak, mari kita gabung dan ajak duduk bersama.

Bapak dan Ibu di pusat, di Jakarta, mengajak kita duduk bersama. Jika duduk bersama, akan bicara bersama. Jika bicara bersama, akan doa bersama. Jika semua berdoa bersama, akan mendapat perdamaian bersama. Jika damai bersama, maka konflik keamanan di Tanah Papua bisa diselesaikan. Ini dijamin oleh Firman Tuhan, Korintus 13:11, yang berbunyi: “akhirnya, saudara saudara, bersuka citalah. Berusahalah menjadi sempurna, hiburlah satu dengan yang lain, sehati sepikirlah, dan hidup dalam damai. Dan, Allah sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu”.

Duduk dan bicara bersama akan menjadi solusi untuk Papua. Lebih baik berjalan sendiri ke arah yang benar, daripada berjalan dengan banyak orang ke arah yang salah. Masalah besar kita kecilkan. Masalah kecil kita selesaikan dan kita lupakan. Semua tokoh agama dari berbagai kalangan harus ikut memberi solusi untuk kedamaian Papua. (Disarikan dari Webinar Moya Institute dengan topik konflik keamanan di Papua dan Solusinya, 23 Juli 2021).

Read More: KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI PAPUA