west papua map

Papua Barat Membentang Mulai Dari Puncak Gunung Hingga Lembah

Secara administratif, batas wilayah Provinsi Papua Barat adalah berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah utara, dengan Laut Banda dan Provinsi Maluku di sebelah selatan, dengan Laut Seram dan Provinsi Maluku di sebelah barat, dan dengan Provinsi Papua di sebelah timur.

Provinsi Papua Barat secara astronomis terletak pada 124°-132° BujurTimur dan 0°-4° Lintang Selatan, atau tepat berada di bawah garis khatulistiwa.

Kondisi topografi Provinsi Papua Barat sangat bervariasi, membentang mulai dari puncak gunung (7,95 persen) hingga lembah (18,73 persen), dan sebagian sisanya adalah berupa hamparan dataran.

Seluruh wilayahKabupaten/Kota di Papua Barat berbatasan dengan laut, namun hanya37,04 persen saja perkampungan yang berada di daerah pesisir, sebagian besar perkampungan lainnya (62,96 persen) tidak berada di wilayah pesisir.

Tipe tutupan lahan di Provinsi PapuaBarat adalah berupa

  • hutan hujan tropis,
  • padang rumput dan
  • padang alang-alang.

Ketinggian wilayah di Provinsi Papua Barat bervariasi dari 0 s.d > 1000 m. Kondisi ini merupakan salah satu hambatan dalam pengembangan transportasi antar wilayah, terutama transportasi darat.

Sebagian besar wilayah Provinsi Papua Barat memiliki kelas lereng > 40% dengan bentuk wilayah berupa perbukitan.

Kondisi tersebut menjadi kendala utama bagi pemanfaatan lahan baik untuk pengembangan sarana dan prasarana fisik, sistem transportasi darat maupun bagi pengembangan budidaya pertanian terutama untuk tanaman pangan.

Karena itu maka pemanfaatan lahan di Papua ebih diarahkan sebagai hutan konservasi yang salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah terjadinya bahaya erosi dan longsor.

Secara geofisik, evolusi tektonik Wilayah Papua merupakan hasil dari pertumbukan Lempeng Samudera Pasifik dan Lempeng Australia. Kondisi inilah yang menyebabkan wilayah ini rentan terhadap gempa bumi, karena berada dalam lintasan sesar yang besar.

Papua merupakan kawasan yang sering mengalami gempa bumi dan berpotensi menimbulkan tsunami. Daerah patahan sesar merupakan zona yang sangat rawan gempa bumi, seperti misalnya daerah Sorong dan Manokwari.

Di Provinsi Papua Barat terdapat beberapa sungai yang membentuk sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sebagian besar berada di beberapa Kabupaten yang termasuk dalam Wilayah Pengembangan Sorong.

Sungai-sungai di Papua Barat yang termasuk dalam kategoti sungai terpanjang diantaranya adalah

  • Sungai Kamundan (425 km),
  • Sungai Beraur (360km), dan
  • Sungai Warsamsan (320 km).

Sedangkan sungai-sungai yang termasuk kategori sungai terlebar adalah

  • SungaiKaibus (80-2700 m),
  • Sungai Minika (40-2200 m),
  • Sungai Karabra (40-1300 m),
  • Sungai Seramuk (45-1250 m), dan
  • Sungai Kamundan (140-1200 m).

Beberapa sungai juga berpotensi sebagai pembangkit listrik karena memilik iarus yang cukup deras, diantaranya adalah

  • Sungai Seramuk (3,06 km/jam),
  • Sungai Kaibus (3,06 km/jam),
  • SungaiBeraur (2,95 km/jam),
  • Sungai Aifat (2,88km/jam), dan
  • Sungai Karabra (2,88 km/jam).

Sungai-sungai yang tersebar dibeberapa wilayah Kabupaten/Kota tersebut sebagian besar mengalir di Wilayah Pengembangan Sorong dan membentuk menjadi sebuah sistem daerah aliran sungai yang mengalir sepanjang tahun.