United Liberation Movement for West

United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) kembali di tolak menjadi anggota penuh Melanesia Spearhead Group (MSG) pada KTTMSG ke-21 tanggal 10-15 Februari 2018 di Port Moresby, Papua Nugini.

Dengan demikian maka statuskeanggotaan ULMWP di MSG masih tetap sebagai peninjau.

Ketua Delegasi Indonesiadalam KTT, Dubes Desra Percaya menyampaikan bahwa partisipasi aktif dan lobi intensif Delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan5 (lima) provinsi bercorak budaya Melanesia telah berhasil meyakinkan para pemimpin MSG untuk menolak pengajuan keanggotaan ULMWP.

Hasil ini tentunya tidak sesuaidengan harapan dan keyakinan gerakan separatis Papua / ULMWP yang sebelumnya sudah menyatakan kepada media bahwa mereka akan diterima sebagai anggota penuh di KTT khusus MSG di Honiara.

ULMWP pengacau

Dubes Desra mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi ULMWP dalam masa depan MSG.  Karena ULMWP itu tidak lebih dari sebuah kelompok separatis, dan ULMWP diterima sebagai Observer untuk mewakili Melanesia dari Papua yang ada di luar negeri.

Dengan demikian, ULMWP tidak bisa mengaku mewakili masyarakat Papua di Indonesia, apalagi masyarakat Papua di Indonesia telah menikmati pembangunan dan juga pendidikan yang sangat baik, dan mereka tidak mendukung ULMWP, karena ULMWP justru menghambat pembangunan dan menciptakan kondisi tidak kondusif di wilayah Papua.

Lebih lanjut Dubes Desra menyampaikan, bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk mendorong dan menjadikan MSG sebagai organisasi yang progresif melalui kerjasama pembangunan yang nyata dan dialog konstruktif dalam mencapai tujuan bersama.

Tentunya hal tersebut di lakukan dengan menghormati prinsip-prinsip hukum internasional yang mengatur hubungan antar negara, terutama penghormatan terhadap kedaulatan, non-intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain seperti yang tertuang dalam Persetujuan Pembentukan MSG,” ujar DubesDesra