west papua fisherman ships

Perairan Papua Barat adalah Daerah Penangkapan Ikan dan Udang yang Potensial

Perairan di Papua Barat sangat di pengaruhi oleh dua musim, yaitu musim barat dan musim timur dimana masing masing puncaknya terjadi pada bulan Februari dan Agustus.

Pada saat musim barat, suhu permukaan laut cenderung lebih panas bila dibandingkan pada musimt imur. Dinginnya suhu permukaan di musim timur tersebut membuat perairan cenderung lebih subur, yaitu dengan adanya peningkatan fito plankton dan zoo plankton.

Wilayah perairan selatan Papua Barat merupakan perairan yang memiliki karakteristik massa air yang agak berbeda dengan perairan di wilayah Indonesia lain. Hal ini d isebabkan oleh letak geografis perairan tersebut yang berdekatan dan lebih terbuka dengan laut Banda, lautTimor dan samudera Hindia.

Pada musim timur kondisi oseanografis perairan ini banyak dipengaruhi oleh massa air dari Laut Banda. Hal ini berpengaruh besar terhadap sebaran klorofila dan nitruen serta ikan-ikan pelagis di wilayah tersebut sehingga perairan ini juga dikenal sebagai salah satu daerah penangkapan ikan dan udang yang potensial di Papua Barat, terutama ikan-ikan pelagis

 

Sedangkan kadar oksigen terlarut (DO) di perairan utara dan selatan berkisar antara 2,12 – 4.51 ml per liter, dan kandungan konsentrasi fosfat berkisarantara 0.02 – 3.39 μg-A per liter.

Kadar konsentrasi nitrat berkisar antara 0.19μg-A per liter sampai 40,94 μg-A per liter, serta kadar konsentrasi silikat yang terukur berkisar antara 0.83 – 91.34 μg-A per liter.

Sementara itu sungai-sungai besar hingga kecil yang berasal dari wilayah pegunungan di bagian tengah Kepala Burung mengalir ke arah dataran rendah dan bermuara di Teluk Bintuni. Selain itu, terdapat pula sejumlah sungai yang mengalir ke arah selatan dan bermuara di pantai selatan dan pantai utara.

Beberapa sungai besar yang bermuara di Teluk Bintuni adalah

  • Sungai Arandai,
  • Wiryagar,
  • Kalitami,
  • Seganoi,
  • Kais,
  • Kamundan,
  • Teminabuan,
  • Sermuk,
  • Maambar,
  • Woronggei dan
  • Sanindar.

Selain sungai juga dijumpai danau di daerah pegunungan, yaitu danau Anggi Giji dan Anggi Gita serta danau Ayamaru. Sumberdaya hayati, terutama sumber daya perikanan yang sudah teridentifikasi di Laut Arafuru dan Teluk Bintuni diantaranya adalah;

  • ikan hiu bodoh(whale shark),
  • lumba-lumba hidung botol(botlenose dolphin),
  • penyu hijau (greenturtle),
  • penyu sisik semu (olive turtle),
  • pausbongkok (humpback whale),
  • kima sisik, kima raksasa, dan triton.

Selain itu jenis biota laut lainnya adalah berupa Molusca yang terdiri dari 56 famili dan 196 jenis. Sebanyak 153 jenis diantaranya adalah jenis moluska Gastropoda atau keong (36 suku dan 58genera), 40 jenis moluska katup ganda atau kerang (18 suku dan 30 genera) dan 3 jenis moluska Cephalopoda (2 suku dan2 genera).

Diantara jenis-jenis moluska tersebut ada jenis yang di lindungi, antara lain

  • Kima raksasa (Tridacna gigas),
  • kimabesar (Tridacna maxima),
  • kima tapakkuda (Hippopus hippopus), dan
  • kimalubang (Tridacna coreacea) dari famili Tridacnidae.
  • Tritontrompet (Charonia tritonis) dari famili Cymatidae,
  • kima kepala kambing (Cassiscornuta) dari famili Cassidae,
  • lola (Trochusniloticus) dari famili Trochidae, dan
  • batulaga (Turbo marmoratus) dari familiTrubinidae.