West Papua independence

Potensi Ikan Pelagis dan Ikan Demersal di Perairan Papua Mencapai 842.600 ton/tahun

Kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisiryang dilakukan oleh pemerintah baik pada tingkat nasional, provinsi dan kabupaten, telah pula mendorong peningkatan jumlah alat tangkap, terutama pada skala perikanan menengah ke bawah.

Bantuan yang diberikan adalah berupasarana produksi perikanan seperti alat penangkap ikan (motortempel, jaring, alat pendingin) dengan sistem kredit bergulir, telahmemberikan kontribusi secara nyata terhadap peningkatan hasiltangkapan nelayan.

Namun demikian produksi perikanan tangkap di Provinsi Papua Barat masih berada jauh di bawah potensi lestari perairan Papua.

Potensi lestari ikan pelagis besar di perairan Papua adalah sebesar 612.200 ton/tahun, sedangkan potensi lestari perikanan demersal adalah sebesar 230.400 ton/tahun.

Udang merupakan salah satu komoditas sumber daya perikanan yang penting, baik dalam kegiatan ekspor hasil perikanan maupun dalam menyumbang devisa.

 

Di Indonesiat erdapat lebih dari 83 jenis udang famili Penaeidea yang menyebar hampir di sepanjang pantai Indonesia.

Di antara jenis yang ada, baru sebagian kecil saja yang sudah dimanfaatkan. Jenis udang yang penting di Indonesia yaitu;

  1. udang windu(Penaeus monodon)
  2. udang jerbung (Penaeus merguensis)
  3. udang dogol (Metapenaeus sp)

Nilai densitas udang (windu, jerbung dan dogol) adalah sebesar 0,364 ton/Km2. Sementara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat mencatat bahwa perairan Teluk Bintuni memiliki potensi udang sebesar0,041 ton/Km2/tahun dan ikan demersal sebesar 1.059 ton/Km2/tahun.

BERDASARKAN STATISTIK PERIKANAN PROVINSI PAPUA BARAT,
PRODUKSI PERIKANAN LAUT DARI KABUPATEN-KABUPATEN
YANG ADA DI WILAYAH PAPUA BARAT MENUNJUKKAN
PENINGKATAN PRODUKSI TANGKAPAN IKAN PADA SETIAP
TAHUNNYA. HAL INI BERKAITAN DENGAN KECENDERUNGAN
KENAIKAN RUMAH TANGGA PERIKANAN (SKALA KECIL DAN
MENENGAH) DAN PENAMBAHAN JUMLAH ALAT TANGKAP
IKAN, DISAMPING JUGA TERJADINYA PERTUMBUHAN IKLIM
INVESTASI YANG LEBIH BAIK.

Ditinjau dari wilayah perairannya, potensi udang yang cukup tinggi terdapat di Laut Arafura, tetapi tingkat pemanfaatannya sudah melebihi Total Allowable Catch nasional yang menetapkan maksimum 80% dari nilai MSY (maximum sustainable yield). Artinya bahwa secara nasional, pemanfaatan sumber daya udang yang berasal dari hasil tangkapan di laut sudah over exploitation.

Di wilayah perairan Papua, daerah penangkapan udang utama adalah meliputi perairan pantai selatan, termasuk Selat Sele, perairan Inan watan, Teluk Bintuni dan Laut Arafura, serta perairan bagian utara yang meliputi perairan Mamberamo dan bagian selatan Pulau Yapen Waropen.

Kegiatan perikanan udang di Provinsi Papua Barat, cenderung berfluktuasi dari waktu ke waktu. Secara akumulatif kenaikan ataupun penurunan produksinya lebih disebabkan oleh intensitas penangkapan kapal-kapal penangkap udang yang beroperasi di perairan Papua Barat.