Indonesia Telah Meratifikasi Delapan

Sembilan Instrumen Utama HAM PBB

Indonesia tegas menolak tudingan PM Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare yang mengatakan bahwa partisipasi Indonesia di Melanesian Spearhead Group (MSG) hanya untuk melindungi kepentingan sendiri.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Duta Besar Desra Percaya menilai bahwa pernyataan tersebut jelas melanggar prinsip-prinsip dasar kedaulatan dan non-interferensi, sebagaimana tercantum dalam Persetujuan Pembentukan MSG pada2007.

Lebih lanjut Dubes Desra menegaskan bahwa sebagai negara demokrasi terbesar ketiga, menghormati Hak Asasi Manusia merupakan prinsip penting bagi Indonesia, dan untuk alasan tersebut, Indonesia telah meratifikasi delapan dari sembilan instrumen utama Hak Asasi Manusia PBB dan bekerja sama dalam berbagai mekanisme HAM.

Dalam hal ini, Indonesia menyambut baik dan siap untuk berbagi pengalaman tentang promosi dan perlindungan HAM dengan banyak negara, termasuk Kepulauan Solomon.

Dengan demikian, Indonesia selalu menyambut partisipasi Kepulauan Solomon di Forum Demokrasi Bali  terang Dubes Desra. Selain itu, Dubes Desra menambahkan, Indonesia juga telah lama berkomitmen untuk mengatasi masalah HAM, antara lain dengan mendirikan kantor perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Papua.

 

Komnas HAM, baik di tingkatnasional dan regional, sekarang ini terus bekerja untuk mengatasi kasus dugaan pelanggaran HAM di Papua.

Dan sebagai bagian dari kawasan Pasifik, Indonesia juga mengembangkan kemitraan dengan beberapa negara kunci di kawasan untuk memastikan hubungan bilateral yang kuat dan produktif. Selain itu, Indonesia juga telah aktif turutserta dalam berbagai kelompok regional, seperti

  • DewanKerjasama EkonomiPasifik (PECC) sejak1980;
  • Kelompok Kerjasama EkonomiAsia-Pasifik (APEC)sejak 1989;
  • ForumKepulauan Pasifik(PIF) sejak 2001 dan
  • Forum PengembanganKepulauan Pasifik(PIDF) sejak 2014.

PM Sogavare dinilai tidak memiliki pandangan yang jelas sehingga kemudian berspekulasi mengenai agenda Indonesia di Pasifik, khususnya di MSG, semata-mata hanya didorong oleh isu Papua.

Dubes Desra menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam MSG, memperluas hubungan antara pemerintah, komunitas,dan masyarakat di kawasan.

Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dan mengatasi tantangan-tantangan bersama, memperdalam hubungan ekonomi dan kerja sama pembangunan untuk kesejahteraan masa depan bangsa dikawasan.

“Fakta-fakta ini memang harus membangunkan PM Sogavare untuk memahami dengan jelas realitas dan kebenaran” tukas Duta Besar Desra.

Cadangan Bijih Tembaga di Wilayah Papua Sekitar 2,6 Milliar Ton.