GEORGE SAA, PEMUDA PAPUA JUARA KOMPETISI INTERNASIONAL PENELITIAN FISIKA

GEORGE SAA, PEMUDA PAPUA JUARA KOMPETISI INTERNASIONAL PENELITIAN FISIKA

west papua news – Banyak pemuda asal Papua yang memiliki bakat dan prestasi luar biasa. Tidak hanya prestasi di tingkat Nasional saja, namun sampai di kancah Internasional. Salah satu sosok inspiratif bagi generasi muda saat ini adalah George Saa. Semangat belajar, disiplinyang tinggi, dan kecintaannya pada mata pelajaran sains dan matematika mengantarkannya menjadi pemenang First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004.

George Saa dikenal sebagai anak yang rajin belajar sejak duduk dibangku sekolah Dasar (SD). Bahkan, dikenal gurunya sebagai siswa yang berprestasi dalam mata pelajaran sains dan matematika, sehingga guru mata pelajaran tersebut seringkali memberikan pujian baginya. George menjadikan pujian tersebut sebagai penyemangat dalam belajar dan semakin menyenangi pelajaran sains dan matematika. Terbukti, dengan kecintaannya pada pelajaran tersebut menjadikannya semakin mudah dalam mengerjakan soal dan hasilnya memuaskan.

west papua news -Memasuki pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), seorang guru menyadari kemampuan George. Untuk itu, George didaftarkan untuk ikut dalam lomba sains di tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi. Hasilnya sangat mengejutkan, George berhasil menjuarai seluruh lomba yang digelar di semua tingkatan tersebut.

Dengan bermodalkan prestasi tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti olimpiade sains tingkat Nasional. Dari dukungan dana Otonomi Daerah (Otda) dirinya diberangkatkan oleh pemerintah provinsi Papua untuk berlaga dalam perlombaan itu. Lagi lagi pada ajang yang melombakan para pelajar pintar sains dari berbagai daerah di Indonesia itu, George berhasil mendapatkan juara pertama.

Hal ini mematahkan anggapan bahwa orang Papua hanya terbatas bisa berada di tingkatan regional provinsi. George menunjukkan bahwa anak Papua menjuarai lomba olimpia desains tingkat Nasional. Selama ini biasanya anak Papua hanya mampu juara di Provinsi giliran sampai ke Jakarta kalah terus.

Dengan beragam prestasi yang membanggakan tersebut, George menarik perhatian Profesor Yohannes Surya. Iapun dilatih untuk mengikuti lomba riset tingkat internasional pada tahun 2004. Dengan pelatihan dan disiplin belajar, membuat dirinya semakin percaya diri untuk berlaga dalam kompetisi riset internasional.

Berkat kerja kerasnya perlombaan riset internasional itu akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Makalah yang dibuatnya yang berjudul “Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resistor”berhasil menarik perhatian para juri. Hasilnya George menjadi pemenang First Step to Nobel Prize in Physicspada tahun 2004. Baginya menjuarai lomba tingkat Internasional merupakan sebuah bonus. Sebab, dirinyasudah banyak berkorban untuk bisasampai di tingkat tersebut.

Pencapaian prestasi George hingga di tingkat internasional rupanya menginspirasi dirinya untuk membawa perubahan di tanah Papua. Khususnya, dalam peningkatan kualitasS umber Daya Manusia (SDM) di Papua di masa mendatang. Harapannya, masyarakat di Papua dapat hidup lebih sejahtera dengan mengandalkan keahlian yang dimilikinya.

Oleh karena itu, dirinya berinisiatif membantu pemerintah dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat Papua. Dengan dukungan yang diberikannya, George optimis akan mendorong semangat berbagai pihak dalam upaya peningkatan SDM di tanah Papua ke depannya, sehingga masyarakat Papua bisa mendapatkan keahlian yang bisa dipergunakan dalam bekerja melalui akses pendidikan yang didapatkannya. George bahkan sudah mendirikan pusat pelatihan pusat riset teknik dan pelatihan vokasi ada di Timika, Papua

Read More: Educational Issues in Papua