West Papua Has Great Potential to be East Indonesia’s Economic Driving Force

Pada Tahun 2018, Kontribusi Papua pada Perekonomian Nasional Meningkat Menjadi 1,88%

Sesuai dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018, maka pengembangan wilayah di tujukan pada pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Pertumbuhan pembangunan daerah pada tahun 2018 akan didorong melalui pertumbuhanperanan sektor jasa, industri pengolahan dan pertanian.

Peningkatan kontribusi dari sektor sektor tersebut di lakukan seiring dengan terus di kembangkannya kawasan-kawasan strategis di wilayah yang menjadi mainprime mover (pendorong pertumbuhan utama), antara lain

  • Kawasan EkonomiKhusus (KEK),
  • Kawasan Industri (KI),
  • Kawasan Perkotaan (Megapolitan danMetropolitan),
  • Kawasan Pariwisata sertaKawasan yang berbasis pertanian danpotensi wilayah seperti Agropolitan danMinapolitan.

Dari sisi pemerataan pembangunan, kebijakan pembangunan daerah di arahkan untuk pengurangan kesenjangan antar wilayah terutama untuk pembangunan Kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia, termasuk wilayah perdesaan, daerah tertinggal dan perbatasan.

Kebijakan yang di lakukan adalah dengan mendorong transformasi dan akselerasi pembangunan infrastruktur serta mendorong peningkatan investasi di wilayah Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera namun dengan tetap menjaga momentum pembangunan Wilayah Jawa.

Pengembangan wilayah di dasarkan pada 7 (tujuh) wilayah pengembangan pulau, yaitu;

  • Wilayah Pulau Papua,
  • Wilayah Kepulauan Maluku,
  • Wilayah Kepulauan Nusa Tenggara,
  • Wilayah Pulau Sulawesi,
  • Wilayah Pulau Kalimantan,
  • Wilayah Pulau Jawa-Bali dan
  • Wilayah Pulau Sumatera.

Sasaran pengembangan wilayah tahun 2018 di tujukan pada pertumbuhan dan pemerataan antar wilayah dengan lebih meningkatkan peran ekonomi wilayah luar Jawa.

Pada tahun 2018, peran wilayah Papua terhadap perekonomian nasional di harapkan meningkat dengan fokus pengembangan pada potensi dan keunggulan wilayah Papua.

 

Sedangkan pengembangan infrastruktur di arahkan pada upaya penurunan kesenjangan intra wilayah Papua, khususnya wilayah pegunungan.

Pada tahun 2018, perekonomian wilayah Pulau Papua diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya menjadi sebesar 1,88% terhadap perekonomian nasional, dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6% pada tahun 2018.

Wilayah Papua berpotensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi Indonesia bagian Timur melalui kelimpahan sumber daya alam di berbagai sektor baik perikanan, pertanian/perkebunan, industriagro dan pangan, pariwisata bahari dan alam, maupun pertambangan.

Arah kebijakan pembangunan di Wilayah Pulau Papua juga ditujukan untuk mendukung upaya untuk mewujudkan pusat pengembangan wilayah berbasis kampung masyarakat adat yang di dukungoleh prasarana dan sarana yang handal.

Pada tahun 2018, sasaran Laju Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Pulau Papua minimal 6%, sedangkan sasaran tingkat kemiskinan diturunkan menjadi26%, dan sasaran tingkat pengangguran terbuka diharapkan maksimal hanya 4%.

Rinciannya adalah,

  • sasaran pertumbuhan ekonomi minimal sebesar6%,
  • tingkat kemiskinan maksimum 23%,dan
  • tingkat pengangguran maksimum 8% di provinsi Papua Barat.

Sedangkan di provinsi Papua,

  • tingkat pertumbuhan ekonomi minimal sebesar 6%,
  • tingkat kemiskinan maksimum 27%, dan
  • tingkat pengangguran maksimal 4%.

Pariwisata Terbaik Di Papua Barat Tumbuh Dengan Cepat!