Luar Biasa, Papua Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua Ke-20 Tingkatkan Potensi Ekonomi Lokal

Luar Biasa PON Papua Ke-20 Tingkatkan Potensi Ekonomi Lokal

 

Provinsi Papua dikenal kaya akan sumber daya mineral logam seperti tembaga, emas dan perak. Di sisi lain, provinsi dengan nama kesayangan Tanah Cenderawasih ini masih berkutat dengan tantangan pengentasan kemiskinan.

PON Papua ke-20, sebagai event nasional yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, atlet peserta, ofisial, pelatih, dan penonton baik lokal maupun luar daerah, memiliki potensi dan peluang yang sangat besar dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di provinsi ujung timur nusantara ini. Targetnya adalah agar masyarakat lokal mendapatkan manfaat dari kegiatan tingkat nasional ini.

Seperti dilansir laman Republika (18/8/2021), Badan Pusat Statistik (BPS) sejauh ini melaporkan pertumbuhan ekonomi Papua hingga triwulan II 2021 meningkat 13,14 persen dari sektor pertambangan dan penggalian. sektor pertambangan dan penggalian mengalami peningkatan sebesar 2,81 persen. Dengan perayaan PON, pertumbuhan di luar sektor andalan Papua diproyeksikan akan semakin meningkat.

Secara nasional, di tengah pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia justru mulai tumbuh sebesar 7,07 persen. Khusus Papua, peningkatan produksi komoditas emas dan tembaga yang cukup signifikan menyebabkan pertumbuhan ekonomi Papua di bidang pertambangan dan penggalian tumbuh positif sejak triwulan IV tahun 2020. Dengan basis data tersebut, PON ke-20 seharusnya mampu mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.

Secara khusus, Forkopimda Papua sebagai pemangku kepentingan inti dalam pengambilan kebijakan perlu memperhatikan penanganan dan pengendalian Covid-19 guna menekan jumlah kasus sekaligus menormalkan aktivitas masyarakat Papua. Upaya peningkatan perekonomian daerah tidak boleh mengabaikan ancaman pandemi yang sangat mungkin terjadi pada PON ke-20 dengan begitu ramainya. Untungnya, hal ini telah diantisipasi dengan ketat melalui penerapan vaksin wajib bagi setiap atlet, official, dan pengunjung yang berpartisipasi dalam event PON Papua ke-20. Protokol kesehatan juga menjadi elemen yang tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaannya.

Luar Biasa, Papua Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua Ke-20 Tingkatkan Potensi Ekonomi Lokal

Mobilisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Salah satu komponen ekonomi lokal yang perlu dioptimalkan selama PON adalah roda ekonomi UMKM. Selama ini, pemerintah memberikan perhatian penting dalam menyambut dampak ekonomi di Papua pada event PON dan Peparnas. Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM), misalnya, seperti dilansir detik.com (2/9/2021), telah memberikan berbagai dukungan. Ini termasuk program Smesco East Hub, konsolidasi inisiatif terkait logistik dan Smesco Center of Excellence untuk Indonesia Timur, yang dioperasikan oleh Smesco Indonesia.

Sementara itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) juga memberikan dana bergulir (modal) untuk koperasi. Ada pula pelatihan dan pendampingan yang telah menjangkau 1.740 peserta UMKM di Papua dan Papua Barat. Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, PP no. 7 Tahun 2021 Bab VII Pasal 135 telah mengatur pengembangan inkubasi terpadu yang mewajibkan Pemerintah Daerah untuk membentuk dan mengembangkan minimal 1 inkubator di tingkat provinsi dan 1 di Kota/Kabupaten.

Dalam mendukung pengembangan UMKM selama PON ini, pemerintah juga mencanangkan Program Papua melalui proses transformasi informal ke formal dengan target 200 usaha mikro, menampilkan dan menjual produk unggulan UMKM Provinsi Papua dan Papua Barat di Anjungan Provinsi SMESCO ,dan Gerakan Smesco Noken, serta mengkampanyekan dan mendorong produk-produk dari Provinsi Papua dan Papua Barat agar dapat dijual di department store.
Bagi masyarakat luar Papua yang tidak hadir secara langsung pada PON Papua ke-20, potensi pasarnya masih bisa dibidik melalui digitalisasi pedagang pasar di Papua dan Papua Barat. Misalnya, akses produk UMKM yang dipasarkan di platform digital dikelola sedemikian rupa sehingga jangkauannya tetap dalam skala nasional dan global. Sedangkan bagi yang hadir secara langsung, display produk di bandara atau di lokasi cluster PON juga harus diatur.

Tidak ketinggalan, Papua memiliki potensi anak muda kreatif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dengan memadukan narasi antara kearifan budaya-tradisional dan teknologi. Sudah ada beberapa jaringan komunitas kreatif seperti Numbay Kreatif (JKON) di Jayapura, yang belum lama ini menggelar Creative People Conference (KO-OKE). Ini semua bisa menjadi center of excellence untuk awalnya meningkatkan ekonomi lokal Papua dengan memanfaatkan dua minggu pelaksanaan PON.

Dalam jangka panjang, targetnya bukan hanya PON Papua selesai dan ekonomi tidak akan tumbuh lagi. Namun, harus ada keberlanjutan yang berkelanjutan melalui mekanisme pasar yang produktif. Tentunya ini menjadi tanggung jawab semua pihak yang peduli terhadap pengentasan kemiskinan secara luas di Papua.

Read More: Papua Barat Berpotensi Besar Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia Bagian Timur