PON Papua, Terobosan Bersejarah dari Ujung Timur Indonesia

Pon ke 20 di Papua dan Papua Barat

Sepanjang sejarah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), baru kali ini sebuah provinsi di ujung timur Indonesia, Papua dan Papua Barat, mengukir sejarah sebagai penyelenggara resmi. Sungguh suatu terobosan yang mengesankan dan akan berdampak besar dan berpengaruh pada banyak hal: peningkatan ekonomi masyarakat setempat, pembangunan infrastruktur olahraga secara masif. Selain itu, para atlet dan masyarakat Indonesia bisa lebih mengenal saudara Papuanya lebih dekat, tatap muka, offline, tidak online seperti di era pandemi saat ini.

Dengan luas wilayah sekitar 312.224,37 km2, Papua dan Papua Barat dikenal dunia akan potensi sumber daya alamnya yang memiliki nilai ekonomi dan strategis, serta telah mendorong bangsa-bangsa asing untuk berlomba-lomba menguasai Papua. Tentunya event PON ini akan menjadi sarana pembuktian nyata keberadaan seluruh potensi Papua melalui masyarakat nusantara sendiri, tidak lagi oleh bangsa lain, seperti keberadaan Freeport yang diketahui sahamnya dimiliki oleh Amerika Serikat. selama ini.

Setelah 19 kali PON, baru pada tanggal 20 Papua dan Provinsi Papua Barat dipercaya menjadi tuan rumah oleh mayoritas anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT), dengan agenda pemilihan PON ke-20. host yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 2016.

Papua dipilih karena mengumpulkan 66 suara, mengalahkan Bali dan Aceh. Usai terpilih dalam kesempatan RAT KONI, Gubernur Papua Lukas Enembe dengan tegas menyatakan provinsinya siap membangun dan menjadi tuan rumah yang menyenangkan bagi seluruh peserta PON.

Hingga September 2021, hitungan hari jelang pelaksanaan pada 2-15 Oktober 2021, pernyataan Lukas Enembe sebenarnya bisa dibenarkan. Menurut sejumlah pemangku kepentingan, persiapan PON Papua ke-20 di tingkat nasional tentunya akan berjalan lancar, telah dilaksanakan secara optimal, dan sekaligus direncanakan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pon ke 20 di Papua dan Papua Barat

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali berkali-kali menegaskan bahwa persiapan PON dan Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional) Papua dijamin berjalan lancar karena infrastruktur sudah siap dan kemajuan banyak hal terkait pelaksanaan PON semuanya. berjalan dengan baik.

Sehari-hari Ketua Umum PON PB Papua Yunus Wonda juga mengatakan, tiga bulan sebelum penyelenggaraan, fokus pada pengiriman barang-barang terkait PON, seperti perlengkapan dan perbekalan masing-masing cabang olahraga. Target pengiriman barang direncanakan selesai sebelum pembukaan PON, seperti peralatan dayung, menembak, bilyar, dan lain-lain.

Ketua KONI Pusat Marciano Norman menjelaskan, jadwal kedatangan delegasi teknis direncanakan pada 15 September 2021, sedangkan para atlet akan mulai tiba di Papua empat hari kemudian, tepatnya 19 September 2021. Sosialisasi berkelanjutan juga dilakukan dengan harapan agar resonansi PON Papua bergema di seluruh pelosok nusantara.

Dari sisi keamanan, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto juga memastikan kondisi dan situasi di Papua aman dan kondusif. Kepala Biro Pembinaan Staf Operasional dan Operasi (Karo BinopsSops) Polri Brigjen Hutajulu, seperti dilansir www.antaranews.com (13/7/2021), menyatakan baik TNI maupun Polri akan menyiapkan strategi pengamanan yang akan melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah provinsi, tokoh agama, adat dan masyarakat. Tidak hanya untuk PON Papua ke-20, strategi pengamanan juga akan diterapkan pada Peparnas Papua ke-16.

Dengan berbagai persiapan, rencana, dan strategi pengamanan yang telah dilakukan, kita semua berharap PON Papua ke-20 menjadi titik balik bagi kemajuan dan kebangkitan Papua sebagai bagian integral nusantara. Terobosan sejarah ini tidak boleh disia-siakan tanpa membawa perubahan signifikan bagi masyarakat lokal Papua. Di sisi lain, seperti lagu tema benteng PON saat ini, kami percaya pada Torang Bisa.

Read More: Program Padat Karya Sasar Petani dan Nelayan Papua