Papua Penghasil Tebu Terbesar

Amazing Papua Penghasil Tebu Terbesar

Salah satu tema dalam pembangunan wilayah Papua adalah ‘Percepatan pengembangan industri berbasis komoditas lokal yang bernilai tambah di sektor/subsektor pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutanan’. Terkait hal tersebut, Papua melakukan pengembangan MIFEE (Merauke Integrated Food & Energy Estate) dengan alokasi lahan seluas 1,2 juta Ha yang terdiri dari 10 Klaster Sentra ProduksiPertanian (KSPP).

Empat Klaster Sentra Produksi Pertanian yang telah dikembangkan yaitu:

    • GreaterMerauke,
    • Kali 2-3 Kumb,
    • Yeinan, dan
    • Bian di Kabupaten Merauke.

Untuk jangka menengah (kurun waktu 2015 – 2019) pengembangan tersebut di arahkan pada terbangunnya kawasan sentra produksi pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakandan perkebunan, serta perikanan darat di Klaster Okaba, Ilwayab, Tubang, dan Tabonji.

Sedangkan untuk jangka panjang (kurun waktu 2020 – 2030) pengembanganya diarahkan pada terbangunnya kawasan sentra produksi pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan.

Papua Penghasil Tebu Terbesar

Potensi unggulan pertanian tanaman pangan di wilayah Papua meliputi komoditi padi, palawija dan hortikultura. Tanaman palawija terdiri dari komoditi jagung, ubi kayu, ubi jalar, buah merah, kacang tanah, kacang kedelai dan kacanghijau. Sedangkan hortikultura terdiri dari komoditi sayur-sayuran serta buah-buahan.

Berdasarkan data BPS tahun 2013, produksi tanaman pangan di wilayah Papua terdiri dari

  • produksi jagung sebesar 9.107 Ton dari luas panen 4.255 Ha,
  • produksi padi mencapai 199.362 Ton dari luas panen 58.634 Ha,
  • produksi kedelai mencapai 5.219 Ton dari luas panen sebesar 4.367 Ha,
  • produksi kacang tanahmencapai 2.693 Ton dari luas panen sebesar 2.551 Ha,
  • produksisagu sebesar 7.319 Ton dari luas panen 7.608 Ha, dan
  • produksi ubi jalar mencapai 455.742 Ton dari luas panen sebesar 34.100Ha (2012), serta
  • ubi kayu yang memiliki produksi mencapai 51.120 Ton dari luas panen 4.253 Ha.

Tanaman perkebunan di wilayah Papua yang memiliki produksi dan luas areal terbesar adalah

  • kelapa sawit,
  • kelapa,
  • coklat,dan
  • kopi.

Penyebaran terbesar produksi kelapa sawit, kelapa dan kopi terdapat di Provinsi Papua. Perkembangan perkebunan kelapa sawit cukup tinggi karena ekspansi perkebunan sawit banyak di kembangkan di wilayah Papua. Selain kelapa sawit, produksi perkebunan karet di wilayah Papua secara keseluruhan juga cukup besar.

Produksi karet di wilayah Papua mengalami peningkatan selama periode 2009-2013. Padatahun 2013, produksi karet di wilayah Papua mencapai 2.308 Ton dengan dominasi produksi dari Provinsi Papua sebesar 2.281 Ton.

Wilayah Papua juga sangat berpotensi untuk menjadi penghasil tebu yang besar karena memiliki lahan untuk produksi tebu terluas di luar Jawa yaitu sebesar 500.000 Ha atau 47% dari total lahan tebu di luar Pulau Jawa.

Di bidang peternakan, jumlah populasi ternak terbesar di wilayah Papuaa dalah babi, sapi potong, dan kambing.

Populasi ternak babi terbesar berada di Provinsi Papua yaitu 577.407 ekor ditahun 2012. Secara umum, sebagian besar jumlah populasi ternak terdapat di Provinsi Papua di bandingkan di Provinsi Papua Barat.

Potensi perikanan dan kelautan di wilayah Papua sangat melimpah karena memiliki territorial perairan yang luas dan sekaligus juga memiliki potensi berbagai jenis biota laut yang bernilai ekonomi tinggi.

Sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor unggulan di Provinsi Papua. Oleh karena itu sektor ini mempunyai peluang yang sangat luas untuk terus dipacu perkembangannya. Sebagian besar produksi perikanan terdiri dari perikanan tangkap laut yang berada di Provinsi Papua.

Selain itu terdapat juga potensi perikanan budidayalaut, tambak, kolam, karamba, jaring apung dan sawah (mina padi). Sementara itu, perikanan budidaya laut terbesar terdapat di Provinsi Papua Barat, sedangkan untuk perikanan budidaya kolam terbesar berada di Provinsi Papua.

Selain pengembangan sektor primer, wilayah Papua juga memiliki beberapa potensi untuk pengembangan sektor sekunder dan tersier. Di sektor sekunder, wilayah Papua memiliki potensi untuk mendirikan industri pengolahan sektor unggulan (industri hilir) terutama industri buah merah, kakao dan kelapa, industri pengolahan turunan hasil pertanian dan perikanan serta industri pertambangan, minyak dan gas.

Sedangkan di sektor tersier, sektor pariwisata memiliki potensi yang besar untuk di kembangkan terutama wisata alam, bahari dan budaya yang merupakan tujuan wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal, di antaranya adalah objek wisata Raja Ampat di Provinsi Papua Barat

Berita Papua Barat 2021