gambar 5

Ketua Komite Khusus Dekolonisasi PBB, Rafael Ramirez Mengungkap Kebohongan Benny Wenda

Kelompok separatis Benny Wenda kembali menyebarkan hoax dan kebohongan kepada publik melalui sebuah berita yang mengatakan bahwa Benny Wenda telah menyampaikan petisi yang meminta dilakukannya referendum untuk Papua kepada Komite Dekolonisasi PBB sebagaimana dipublikasikan oleh koran Guardian dengan judul berita “Banned West Papua independen cepetition handed to UN”.

Pada tanggal 27 September 2017, koran Guardian dalam artikelnya menyebutkan bahwa Benny Wenda telah menyampaikan petisi yang meminta dilakukannya referendum untuk Papua kepada Komite Dekolonisasi PBB.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Ketua Komite Khusus Dekolonisasi PBB, Rafael Ramirez, telah menyampaikan klarifikasi pada tanggal 28 September 2017 pagi di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Benny Wenda Hoax

Dalam klarifikasinya, Rafael Ramirez menyatakan bahwa dirinya maupun Sekretariat Komite Khusus Dekolonisasi PBB, tidak pernah menerima, baik secara formal maupun informal, petisi atau siapapun mengenai Papua seperti yang diberitakan dalam koran Guardian.

Menurut Rafael Ramírez, itu hanyalah kegiatan atau upaya individu maupun pihak-pihak tertentu yang berupaya melakukan manipulasi dan propaganda.

Tahun lalu, Benny Wenda juga telah melakukan hal yang sama, yaitu kebohongan kepada publik. Ia menyebutkan bahwa dirinya telah menyerahkan dokumen mengenai Papua kepada Sekjen PBB, namun setelah di konfirmasi ke kantor Sekjen PBB ternyata hal itu tidak pernah terjadi.

Ia hanya berupaya membentuk opini dan stigma, baik kepada masyarakat internasional maupun kepada masyarakatPapua, bahwa Papua berada dibawah kekuasaan penjajahan Indonesia dan berupaya untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua melalui sebuah referendum.

Bangsa Indonesia menjajah rakyat Papua adalah sebuah logika yang tidak masuk akal. Faktanya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian sebagai hak segala bangsa.

Indonesia gigih memperjuangkan hak bangsa Palestina untuk merdeka dan menghentikan okupasi Israel terhadapPalestina. Di sisi lain, Indonesia juga merupakan kontributor terbesar dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.

Pemerintah Indonesia juga gigih melakukan pembangunan di Papua dan memberikan keleluasaan penuh kepadamasyarakat Papua untuk mengelola wilayahnya melalui Otonomi Khusus.

Jadi apa yang dilakukan oleh Benny Wenda adalah tidak lebih dari upaya segelintir orang yang ingin memaksakan kepentingannya sendiri namun dengan dalih untuk kepentingan masyarakat Papua.

Denny P. Salmon, Mahasiswa Universitas Gunadharma, Jakarta

Harga BBM di Papua Barat Mahal? Mitos atau Tidak