PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PAPUA Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari Blok Wabu

West Papua Tabloid – Blok Wabu merupakan tambang emas yang terletak di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua. Dalam Kontrak Karya antara PT. Freeport McMoRan dan pemerintah Indonesia, dengan jelas menyatakan bahwa Blok Wabu berada dalam wilayah konsesi Freeport. Pada bulan Oktober 2015, sesuai dengan Kontrak Karya, PT. Freeport Indonesia diharuskan melepas 10% dari total sahamnya. Selain divestasi, PT. Freeport Indonesia juga akan mengurangi total area konsesi dari 212.950 hektare menjadi 90.650 hektare. Blok Wabu merupakan salah satu kawasan yang dikeluarkan dari konsesi PT. Freeport Indonesia.

Berdasarkan UU no. 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara, ada beberapa kebijakan yang perlu diperhatikan dalam pengalihan wilayah pertambangan dari asing ke pemerintah Indonesia. Menurut keterangan pengamat pertambangan Ferdy Hasiman (Kompas,23/9/2021), pengalihan lahan dari perusahaan asing harus diprioritaskan dan diberikan kepada pemerintah Indonesia. Proses pemindahan wilayah pertambangan juga harus dilakukan melalui proses lelang. Menurut Ferdy, prioritas utama diberikan kepada BUMN di sektor pertambangan, kemudian jika BUMN tidak berminat, prioritas kedua diberikan kepada perusahaan lokal, baik kabupaten maupun provinsi. Itu jika sebelumnya kedua belah pihak tidak menginginkan areal tambang terakhir dilelang ke perusahaan swasta. Sebagai catatan, proses lelang harus dilakukan secara transparan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PAPUA Melalui Corporate Social Responsibility CSR dari Blok Wabu

Blok Wabu merupakan kawasan pertambangan di Papua yang memiliki potensi besar. Menurut informasi dari Direktur PT.Freeport Indonesia, meski kegiatan penambangan telah dilakukan puluhan tahun, Blok Wabu masih memiliki potensi cadangan emas sebesar 4,3 juta (Tribunnews, 3/7/2015). Sedangkan menurut data Kementerian ESDM (Tempo, 24/9/2022), Blok Wabu masih berpotensi menyimpan 117,26 ton bijih emas. Lebih rinci, 117,26 ton bijih emas memiliki kadar emas rata-rata 2,16 gram per ton, dan kadar perak 1,76 gram perton. Jika dikonversi ke rupiah, dengan asumsi harga $1.750 per troy ounce, Indonesia akan memperoleh keuntungan $14 miliar atau Rp300 triliun. Jika dibandingkan dengan tambang terbuka Grasberg, telah menghasilkan 46 juta ons emas selama 1990-2019 (Energy World, 27/01/2020).

West Papua Tabloid – Potensi besar yang tersimpan di Blok Wabu perlu didistribusikan secara merata. Pengelolaan baru Blok Wabu perlu memperhatikan setidaknya empat pemangku kepentingan. Pertama pemerintah pusat, kedua pemerintah daerah, ketiga swasta, dan terakhir masyarakat. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, prioritas utama pengelola baru Blok Wabu adalah pemerintah pusat. Pengelolaan Blok Wabu oleh pemerintah pusat dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi APBN Indonesia pada tahun berikutnya. Namun, pemerintah daerah juga perlu lebih memperhatikan Blok Wabu. Jika dikelola dengan baik, Blok Wabu dapat menjadi sumber tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua pada tahun berikutnya. Sedangkan swasta harus menjadi pihak terakhir yang mengelola Blok Wabu. Sebagian besar penerimaan negara dari perusahaan swasta berasal dari pajak, namun jumlah pajaknya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan penerimaan melalui kegiatan penambangan langsung.

Stakeholder yang tidak boleh dilupakan adalah masyarakat. Sebagai kelompok individu yang tumbuh besar di wilayah tersebut, akan aneh jika masyarakat tidak mendapatkan manfaat langsung dari Blok Wabu. Skema yang dapat dilakukan untuk memberdayakan masyarakat adalah melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perusahaan swasta perlu mengalokasikan beberapa persen dari total anggaran mereka untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Konteks pemberdayaan ini dapat bervariasi, seperti membangun akses jalan masyarakat, memberikan pendidikan atau memperbaiki sekolah, mengadakan program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dan sebagainya. Jika perusahaan pengelola Blok Wabu menjalankan CSR dengan baik dan benar, maka manfaat tidak hanya akan diperoleh pengelola Blok Wabu, tetapi juga masyarakat sekitar.

Read More: SOLUSI MASALAH PAPUA