Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat

Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat

Secara umum, percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat, dilakukan dengan cara;

  • meningkatkan akses dan kualitas pelayanan dasar pendidikan,
  • meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan,
  • meningkatkan ketahanan pangan,
  • menurunkan angka kemiskinan dan perlindungan sosial,
  • pembangunan infrastruktur dasar,
  • pengembangan konektivitas wilayah, dan
  • pengembangan kelembagaan dan tatakelola,

Peningkatan akses dan kualitas pelayanan dasar pendidikan antara lain dilakukan melalui:

  • a. pengembangan sekolah berpola asrama untuk menanggulangi persoalan ketertinggalan akses dan layanan pendidikan di daerah pegunungan tengah dan daerah terisolasi lainnya;
  • b. pengembangan pendidikan vokasi khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan potensi komoditas unggulan di wilayah adat masing-masing;
  • c. penurunan angka tuna aksara melalui pendidikan keaksaraan;
  • d. penerapan pendidikan kurikulum kontekstual Papua;
  • e. peningkatan kualitas guru dan penyediaan tambahan kuota guru untuk pemenuhan kekurangan guru; dan
  • f. pemberian kesempatan yang lebih luas untuk menempuh jenjang pendidikan menengah dan tinggi bagi putra putri Orang Asli Papua (OAP).

Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, antara lain berupa:

  • a. peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak;
  • b. peningkatan gerakan masyarakat hidup sehat;
  • c. pengembangan Malaria Center;
  • d. penurunan kejadian malaria, prevalensi HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya;
  • e. pelaksanaan pelayanan kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi (telemedicine) di Rumah Sakit Rujukan Nasional/Provinsi/Regional dan fasilitas kesehatan lainnya;
  • f. penugasan tenaga kesehatan Nusantara Sehat secara kelompok (team based) termasuk diwilayah sulit dan tertinggal;
  • g. penugasan tenaga dokter spesialis melalui Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS); dan
  • h. bantuan pendidikan dokter spesialis bagi putra/putri daerah Papua dan Papua Barat.

 

Meningkatkan ketahan pangan,antara lain melalui:

  • a. peningkatan kedaulatan pangan lokal;
  • b.pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke guna mendukung program ketahanan pangan nasional;
  • c. pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan lokal secara terpadu dan terintegrasi dari hulu kehilir;
  • d. peningkatan industri peternakan untuk meningkatkan pendapatan asli OAP;
  • e. peningkatan industri kelautan dan perikanan melalui pemberdayaan ekonomi nelayan, dan pariwisata bahari; dan
  • f. penyediaan dan distribusi tenaga pendamping dan penyuluh untuk meningkatkan efektivitas pengembangan dan pemasaran ekonomi lokal.

Jokowi tunjuk Ma’ruf pimpin tim percepatan pembangunan di Papua

Menurunkan angka kemiskinan dan perlindungan sosial, antara lain melalui:

  • a. perluasan cakupan Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional(JKN);
  • b. pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH);
  • c. peningkatan sistem perlindungan dan kesejahteraan bagi anak dan perempuan; dan
  • d. peningkatan dan perluasan penyediaan bantuan permodalan bagi UMKM dan peningkatan kewirausahaan untuk OAP.

Pembangunan infrastruktur Papua Barat dasar,antara lain melalui:

  • a. pengembangan pelayanan air bersih melalui pembangunan sumber air tanah yang menjangkau seluruh kampung dan distrik terisolasi diwilayah sulit air lainnya;
  • b. pengembangan perumahan sehat dan layak huni, serta perbaikan sanitasi lingkungan dalam mendukung budaya hidup bersih dan sehat yang menjangkau kampung dan distrik;
  • c. pembangunan pembangkit,transmisi, dan distribusi tenaga listrik untuk melistriki dan menerangi kampung serta distrik;
  • d. pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jaringan gas kota) beserta pipa transmisi jaringan gas kota di Kota Sorong; dan
  • e. pembangunanpembangkit listrik tenaga minihidro di wilayah Pegunungan Bintang, Ilaga, dan Supiori.

Pemerintah Susun Rencana Aksi atas Tujuh Prioritas Percepatan Pembangunan di Papua

Pengembangan konektivitas wilayah Papua Barat antara lain melalui:

  • a. pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan Trans Papua Papua Barat, Jalan Strategis Nasional serta Jalan Perbatasan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan akses dan konektivitas antar provinsi, kabupaten/kota, distrik dan kampung untuk dapat menurunkan biaya kemahalan diwilayah pegunungan tengah dan daerah yang sulit terjangkau secara geografis;
  • b. peningkatan bandar udara dan bandar udara perintis dan perluasan jalur penerbangan yang dapat menjangkau wilayah kampung terisolasi serta terselenggaranya pelayanan jembatan udara;
  • c. peningkatan pelabuhan laut dan pelabuhan sungai yang dapat menjangkau wilayah kampung terisolasi,serta terselenggaranya subsidi angkutan barang tol laut; dan
  • d. pengembangan telekomunikasi dan informasi yang dapat menjangkau kampung dan distrik.

Pengembangan kelembagaan dan tata kelola, antara lain melalui:

  • a. peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah provinsi Papua Barat, kabupaten dan kota guna meningkatkan kualitas pelayanan publik;
  • b. fasilitasi dan pendampingan dalam penyusunan dan pelaksanaan peraturan daerah provinsi (perdasi) dan peraturan daerah khusus (perdasus), sebagaimana amanat UU Otsus;
  • c. fasilitasi penanganan masalah hukum terkait pemanfaatan tanah adat/ulayat untuk kepentingan pembangunan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat;dan
  • d. pelaksanaan efektivitas program cinta tanah air dan wawasan kebangsaan.

Program Prioritas Pembangunan Papua Barat daerah tertinggal merupakan pelaksanaanPeraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 untuk mempercepat pembangunan kabupaten tertinggal atau kurang berkembang dibanding kabupaten lainnya.