West papua PROBLEM PAPUA KARENA KOMUNIKASI TERPUTUS ANTARA AKAR RUMPUT DENGAN ELIT LOKAL DAN PUSAT

PROBLEM PAPUA KARENA KOMUNIKASI TERPUTUS ANTARA AKAR RUMPUT DENGAN ELIT LOKAL DAN PUSAT

West papua 2021 – Papua bisa dikaji dari sudut pandang defense dan aviation. Batas negara udara kita sampai sekarang belum tercantum di Konstitusi kita. Sudah tiga atau empat kali amandemen, tidak masuk prioritas. Sudah ada dua atau tiga working group, juga tidak masuk.

Saya mulai berkaitan dan mengenal Papua sejak tahun 1973 – 1981, bahkan tahun 1981 – 1991 saya sering terbang ke Papua dengan pesawat Hercules. Cukup banyak teman teman saya di Papua. Pada 2016 – 2019 saya juga di Freeport sebagai senior adviser. Jadi saya kenal betul Papua ini, dan merasa dekat benar dengan orang orangPapua.

Apa sebenarnya kendala pembangunan di Papua? Ada komunikasi yang terputus antara akar rumput dengan elitnya, baik elit di daerah maupun elit di tingkat pusat. Karena komunikasi yang terhambat ini, aliran komunikasi tidak berjalan dengan baik. Salah satu penyebabnya adalah karena birokrasi dan habitnya. Tidak hanya di Pemda, namun juga di pemerintah pusat.

Bagaimana cara mengatasi hal itu?Salah satu cara mengangkat Papua agar memperoleh perhatian yang cukup bagus, sehingga bisa menembus hambatan hambatan komunikasi itu adalah mengangkat harkat orang Papua dan wilayah Papua berdasarkan kelebihan yang mereka miliki.

Ada banyak kelebihan di Papua. Dari sekian banyak kelebihan Papua, ada dua yang sangat menonjol. Pertama, bakat pemain sepakbola. Kedua, secara geografis dan aerostrategis, letak Papua sangat memberikan potensi yang besar bagi pengembangan airand space.

Contoh, Biak adalah lokasi yang sangat ideal untuk meluncurkan satelit. Saat saya memberikan paparan di Phoenix, Arizona, markas besar Freeport McMoran, saya ditanya bagaimana agar Freeport menjadi institusi yang friendly, sebab Freeport dianggap sebagai number one public enemy oleh masyarakat setempat.

Saya jawab sederhana. Ada dua hal yang bisa dikerjakan. Pertama, dana yang dikeluarkan untuk masyarakat perlu diperuntukkan untuk membuka sekolah sepakbola di Papua kaliber worldclass. Itu mudah sekali dan bibitnya banyak di Papua. Pasti jago jago.Tidak sampai dua tiga tahun, Indonesia bisa juara ASEAN. Dan itu bisa berkembang banyak.

Yohanes Auri, mantan pemain Persipura yang pernah di Timnas PSSI, sampai sekarangpun membina sepakbola di Manokwari. Sampai sekarang saya masih komunikasi dengannya terkait perkembangan sepakbola di Papua. Dan bakat ini kurang pernah mendapat perhatian, padahal ini adalah harkat Papua untuk berdiri di global theatre.

Kedua, selain menjadi homebase dan kosmodrom, Biak punya lahan yang sangat bagus sekali untuk dikembangkan menjadi air freight manufactured untuk pesawat pesawat sekelas N219. Papua memiliki infrastruktur yang luar biasa bagi penerbangan pesawat pesawat sekelas N219. Pada waktu itu saya sudah bilang dengan teman teman di Amerika. Mereka sangat berminat apabila mendapatkan peluang untuk itu.

Jadi, singkatnya, saya ingin menyarankan jika ingin memperhatikan pembangunan di Papua, satu hal yang sangat krusial adalah komunikasi antara akar rumput dengan elit, apakah elit lokal atau pemerintah pusat. Terkait dana, sebenarnya besarannya itu sangat cukup. Lalu, mengangkat harkat Papua dengan kelebihan yang dimilikinya. Human resourcesnya luar biasa. Kita belum berbicara atletik dan olahraga yang lain. Sepakbola dulu.Kalau dibuka international professional football di sana, itu tidak terlalu mahal. Kalau mau, itu mudah sekali,dan cepat sekali bisa tampil di permukaan.

Terkait air freight manufactured, itu bisa bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia. Itu marketnya sudah terbuka di sana. Itu adalah values untuk upaya upaya pengembangan ekonomi di Papua. Jadi inilah hal hal yang harus kita angkat bersama sama.(Disarikan dari pernyataan Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim dalam Webinar Moya Institute dengan tema: New York Agreement dan Pembangunan Papua, pada 16 Agustus 2021).

Read More: Attention and Effort in Human Resources in Papua