IndonesiaTourismWestpapua

Program Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Indonesia

Program pengembangan destinasi dan industri pariwisata Indonesia pada periode 2015 – 2019 memiliki tiga sasaran strategis yaitu:

  1. Meningkatnya kualitas destinasi pariwisata,
  2. investasi pariwisata,
  3. dan kontribusi industri pariwisata terhadap penyerapan tenaga kerja.

Meningkatnya kualitas destinasi pariwisata ditandai dengan empat indikator utama yaitu:

  1. Meningkatnya jumlah daerah yang memperoleh fasilitasi untuk pengembangan infrastruktur dan ekosistem;
  2. Meningkatnya jumlah fasilitasiuntuk peningkatan destinasi wisata budaya, alam dan buatan;
  3. Meningkatnya jumlah fasilitasi untuk peningkatan tata kelola destinasi pariwisata;
  4. dan Meningkatnya jumlah fasilitasi untuk pemberdayaan masyarakat.

Peningkatan investasi industri pariwisata ditandai dengan indikator berupa kontribusi investasi sektor pariwisata terhadap total investasi nasional.

Sedangkanpeningkatan kontribusi kepariwisataan terhadap penyerapan tenaga kerja ditandai dengan indikator berupa jumlah tenagakerja langsung, tidak langsung, dan ikut andil sektor pariwisata.

Investasi industri pariwisata pada tahun 2016 ditargetkan sebesar USD1.627,36 juta, namun realisasinya hanyamencapai USD 1.093,65 atau sebesar67%.Meningkatnya kontribusi kepariwisataan terhadap penyerapan tenaga kerja nasional, indikatornya adalah jumlah tenaga kerja langsung, tidak langsung dan ikutan di sektor pariwisata yang pada tahun 2016 ditargetkan mencapai 11,7 juta.

Indikator peningkatan kualitasdestinasi pariwisata adalah jumlah daerahyang difasilitasi untuk pengembanganinfrastruktur dan ekosistem (provinsi).

Targetnya sebanyak 34 daerah dan realisasinya mencapai 100%. Jumlah fasilitasi peningkatan destinasi wisata, budaya, alam dan buatan ditargetkan di 25 lokasi dan dapat di realisasikan 100%.  Jumlah fasilitasi peningkatan tata kelola destinasi pariwisata ditargetkan di 25 lokasi dan terealisasi di 27 lokasi atau 108%. Sedangkan jumlah fasilitasi pemberdayaan masyarakat ditargetkan di 34 provinsi dan dapat direalisasikan 100%.

 

Investasi di sektor pariwisata mencakup investasi publik oleh pemerintah(infrastruktur) dan investasi yang dilakukan oleh sektor swasta (amenitas). Berdasarkan laporan “Travel & TourismInvestment in ASEAN” Tahun 2016 olehWorld Travel Tourism Council (WTTC), baik investasi dari pemerintah maupun investasi swasta menjadi faktor penting dalam pengembangan kepariwisataan di ASEAN.

Hal ini karena investasi dapat meningkatkan kapasitas untuk mendukung tingginya permintaan dan jumlah wisatawan; pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan peningkatan fasilitas; menjaga dan meningkatkan fungsi serta kualitas infrastruktur yang sudah ada, serta dapat mendorong regulasi baru dan standar lingkungan yang lebih baik.

Berikutnya adalah meningkatkan atraksi untuk mendorong permintaan-permintaan baru dan merebut pangsa pasar.Realisasi investasi di Indonesiameliputi investasi Penanaman Modal Asing(PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dimana nilai realisasiinvestasi pariwisata pada tahun 2016adalah sebesar USD 1093.65 juta, dalam bentuk PMA sebesar USD 954.59 juta, dan PMDN sebesar USD 139.06 juta.

Bentuk investasi pariwisata PMA terbesar di Indonesia pada 2016 adalah berupa:

  1. pembangunan hotel berbintang(56%),
  2. jasa konsultasi manajemen (27%), dan restoran.

Tiga daerah yang menjadi tujuan investasi terbesar adalah:

  1. DKIJakarta (54%),
  2. Bali (22%),
  3. dan Jawa Barat(7%).

Sedangkan tiga negara investorter besar adalah:

  1. Singapura (51%),
  2. BritishVirgin Island (14%),
  3. dan Luxembourg(8%).

Tiga bentuk investasi pariwisataPMDN terbesar adalah:

  1. pembangunanhotel berbintang (65%),
  2. wisata tirta (21%),
  3. dan taman hiburan (4%).

Tiga daerah yangmenjadi tujuan investasi PMDN terbesaradalah:

  1. Jawa Barat (29%),
  2. Bali (23%),
  3. dan Yogyakarta (17%).