PROTOKOL KESEHATAN KETAT DI PON KE-20 PAPUA 2021

PROTOKOL KESEHATAN KETAT DI PON KE-20 PAPUA 2021

Papua Barat – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan (Satgas) Covid 19 Provinsi Papua selalu mengingatkan, mengawasi, dan memantau Pekan Olahraga Nasional Papua (PBPON) ke-20 terkait pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes), baik dalam pembukaan upacara, kompetisi olahraga, hingga penutupan PON Papua ke-20 2021.

Secara umum, pembukaan dan penutupan dipusatkan di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Jayapura. Sedangkan perlombaan olahraga dengan jumlah pertandingan yang bervariasi tersebar di empat klaster kabupaten/kota yang telah ditentukan. Dipastikan standar protokol kesehatan yang ketat diterapkan di semua lokasi pertandingan yang telah ditentukan, terutama pada perayaan pembukaan dan penutupan. Apalagi, PON ke-20 ini merupakan pelaksanaan hajatan olahraga tingkat nasional pertama yang digelar di masa pandemi.

Papua Barat – Kepala Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Papua, Welliam R. Manderi mengatakan, target pencegahan dan penanganan Covid 19 selama PON adalah untuk mencegah penyebaran klaster baru virus corona. Oleh karena itu, pihaknya berulang kali memastikan dan mengingatkan semua pihak, baik panitia pusat, panitia daerah, atlet, pelatih, ofisial tim, serta penonton dan pengunjung pada umumnya.

Untuk itu, selama pelaksanaan pencegahan corona, evaluasi berkala terus dilakukan. Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan pada saat pembukaan PON ke-20, maka hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai standar pencegahan untuk kegiatan selanjutnya terutama pada saat penutupan.

Menurut Welliam, Ketua Pelaksana PON Papua ke-20 selalu diundang juga dan dilibatkan secara intensif, serta menjadi mitra koordinasi terpenting dalam memastikan disiplin dalam protokol kesehatan sehingga penyebaran Covid 19 dapat ditekan. Gugus Tugas Covid 19 juga terus memantau kasus-kasus terkait Covid 19 yang terjadi selama pelaksanaan PON ke-20.

Selain itu, Ketua Pelaksana PON Papua ke-20 juga terus memperhatikan persyaratan masyarakat yang ingin mengikuti upacara penutupan even olahraga empat tahunan tersebut. Dari uji antigen hingga pengecekan sertifikat vaksin, baik tahap pertama maupun tahap kedua menjadi perhatian dan standar utama.

Tes Antigen adalah Wajib

Papua Barat – Seperti dilansir www.ponxx2021papua.com, penonton pada penutupan PON atau Gebyar PON ke-20 yang digelar pada Jumat (15/10/2021) di Lapangan Timika Indah, Kabupaten Mimika, Papua diminta untuk melakukan tes swab antigen untuk masuk. Kepala Protokol Kesehatan kegiatan Gebyar PON XX, Linus Dumatubun mengatakan, setiap penonton yang akan masuk venue harus menunjukkan sertifikat vaksinasi, kemudian dilakukan tes swab antigen.

Suhu dan sertifikat vaksinasi mereka diperiksa. Jika keduanya memenuhi syarat (memiliki sertifikat vaksinasi dan pemeriksaan suhu), maka mereka dapat datang untuk tes antigen. Linus menambahkan, setelah tes antigen dan hasilnya negatif, penonton akan diberi stiker hijau di bajunya. Stiker ini untuk menunjukkan bahwa seseorang boleh masuk ke dalam. Semua penonton harus menjalani tes antigen, termasuk panitia di dalamnya.

Di Lapangan Timika, total antigen yang disiapkan adalah 200 dan ditambah sesuai dengan situasi di lapangan. Protokol kesehatan yang ketat seperti ini memang diterapkan untuk mencegah terjadinya klaster baru. Oleh karena itu, setiap orang yang masuk ke venue diperiksa secara ketat, dan tidak hanya siapapun. Tanpa terkecuali, siapapun yang ingin menonton PON harus mengikuti prosedur. Bahkan, meski sudah mendapat stiker hijau, mereka tetap diperiksa di dalam venue, termasuk sertifikat vaksinasinya, sehingga tidak semua orang yang masuk merasa leluasa untuk masuk dan keluar venue.