SEJARAH JAYAPURA

West Papua Tabloid– Sejarah Jayapura, adalah ibu kota Provinsi Papua dan terletak di bagian paling timur Indonesia. Kapten Infanteri Kerajaan Belanda F.J.P Sachse mendirikan kota ini pada tanggal 7 Maret 1910. Kota Jayapura sebelumnya dikenal sebagai Hollandia dan menjadi kota distrik dari tahun 1910 hingga 1962.

Jayapura adalah Pusat Pemekaran Kabupaten Lain

Setelah Belanda menyerahkan Irian Jaya (nama Papua pada waktu itu) kepada UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority), nama kota diubah menjadi Kota Baru. Nama itu tidak bertahan lama karena diubah menjadi Soekarnopura. Akhirnya nama itu diubah menjadi Jayapura dan diterapkan sampai sekarang. Nama Jayapura mengacu pada salah satu kota di Rajasthan, India, yaitu Kota Jaipur yang secara harfiah berarti kota kemenangan.

Biasanya pengunjung yang datang ke Jayapura membawa makanan sendiri dari kota karena sangat sulit menemukan penduduk asli yang membuka usaha rumah makan sendiri di Jayapura. Apalagi harga beberapa barang di Jayapura juga umumnya lebih mahal dibandingkan kota-kota lain di Papua. 

Pusat Pemekaran Kabupaten Lain

Seperti dilansir situs www.papua.go.id, Kabupaten Jayapura bersama 8 (delapan) Kabupaten Otonom lainnya (BiakNumfor, Manokwari, Sorong, FakFak, Merauke, Jayawijaya, Paniai dan Yapen Waropen) dibentuk berdasarkan UU 12/ 1969 tentang Pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-kabupaten Otonom di Provinsi Irian Barat. Berdasarkan undang-undang tersebut, Kabupaten Jayapura meliputi 6 (enam) Kepala Daerah Pemerintahan yaitu Kepala Pemerintahan Daerah Jayapura, Nimboran, Mamberamo, Keerom, Sarmi, dan Dafonsoro dengan pusat pemerintahan daerah berada di Jayapura.

Jayapura adalah Pusat Pemekaran Kabupaten Lain


Pada tahun 1993, berdasarkan UU 6/1993, Kabupaten Jayapura dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Jayapura (Kabupaten Induk) dan Kotamadya Jayapura. Dengan demikian Ibukota Kabupaten Jayapura dipindahkan ke Sentani berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2000 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Jayapura dari Daerah Kota Jayapura ke Daerah Sentani, tepatnya pada tanggal 10 Maret 2010. Sejarah Penetapan Kota Sentani sebagai Ibu Kota Kabupaten Jayapura dimulai dari sini menjadikan tanggal 10 Maret sebagai hari jadi Kota Sentani.

Hingga pertengahan Juni 2001, ibu kota Kabupaten Jayapura mulai bergeser dari bibir pantai Teluk Yos Sudarso di wilayah Kotamadya Jayapura ke wilayah Sentani, tepatnya di Gunung Paniau di bawah kaki Gunung Cycloops, menjadi kantor pusat Kabupaten Jayapura. Pemerintah. Bertepatan dengan pelantikan Bupati Jayapura Abel Melkias Suwae dan Wakil Bupati Tunggul TH Simbolon periode 20012006 pada tanggal 12 Oktober 2001, kantor Pemerintah Kabupaten Jayapura diresmikan oleh Gubernur Provinsi Papua saat itu, Yaap Salossa.

Selanjutnya pada tahun 2002, berdasarkan Undang-Undang 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten di Provinsi Papua, Kabupaten Jayapura dimekarkan lagi menjadi 3 (tiga) Kabupaten, yaitu Kabupaten Jayapura (Kabupaten Induk), Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Keerom. Setelah pemekaran ini, Kabupaten Jayapura memiliki 11 (sebelas) Kecamatan.

Pada tahun 2003 pemekaran kabupaten dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jayapura Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kecamatan Ebungfauw, Kecamatan Waibu, Kecamatan Namblong, Kecamatan Yapsi dan Kecamatan Airu. Dengan demikian, jumlah Kecamatan di wilayah Kabupaten Jayapura menjadi 16 Kecamatan.

Pada tahun 2005 pemekaran kabupaten kembali dilakukan berdasarkan Perda no. 2/2006 tentang Pembentukan Kabupaten Raveni Rara, Kabupaten Gresi Selatan, dan Kabupaten Yokari. Sehingga secara administratif wilayah Kabupaten Jayapura bertambah dari 16 kecamatan menjadi 19 kecamatan.

Pada tahun 2007, pemekaran desa dilakukan menjadikan jumlah desa yang sebelumnya berjumlah 127 desa menjadi 137 desa melalui Peraturan Daerah Kabupaten Jayapura Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pembentukan Desa Benggwin Progo, Aib, Hyansip, Sumbe, Hanggaiy Hamonge, Nandalzi, Bundru, Doromena, Bambar, dan Yahim.

Pada tahun 2009, pemekaran desa kembali dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jayapura Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Desa Kamikaro dan Naira. Dengan demikian, Kabupaten Jayapura saat ini terdiri dari 19 (sembilan belas) Kecamatan, 5 (lima) kelurahan, dan 139 (seratus tiga puluh sembilan) desa. Dalam PON Papua ke-20 2021, dari empat klaster kota/kabupaten penyelenggara, keduanya Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura keduanya merupakan klaster daerah benteng pelaksanaan PON, selain Merauke dan Mimika.

Read More: KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI PAPUA