SOLUSI MASALAH PAPUA DENGAN MEMBENAHI KESALAHAN DAN SALING BERKOORDINASI

West Papua Solusi Masalah Papua
EDO KONDOLOGIT – Musisi Papua dan Papua Barat

West papua indonesia – Sebagai anak Papua, saya melihat masalah Papua itu sangat kompleks. Tidak selesai sejak zaman reformasi bergulir. Masyarakat tidak puas terus. Menganggap Otsus gagal dan sebagainya. Menurut saya, kita terlalu banyak bersandiwara.

Kita dalam satu keluarga, ibarat kita punya banyak rumah, banyak kamar di dalamnya. Ada kamar Papua, kamarAceh, dll. Masalah utama Papua adalah ketidakadilan. Inilah pemicu utama sehingga membuat masyarakat tidak puas. Otsus tujuannya kan baik,tapi mengapa masyarakat Papua masif menolak? Berarti ada masalah. Dimana masalahnya? Secara jujur dan transparan, perlu dicari jalan keluarbersamasama.

West papua 2021- Jujur, jika bicara masalah, lihatlah outputnya. Banyak hal perlu dievaluasi. Ada tuntutan untuk pelurusan sejarah. Perhatikan tokoh tokoh west papua yang diajak untuk merumuskan UU Otsus, harus tokoh tokoh yang bisa dipercaya. Saya memendam kekecewaan, masih mengganjal. Menurut saya kita menangani Papua tidak secara total. Masih sendiri sendiri. Belum satu barisan. Misalnya, ketika gencar gencarnya pembangunan di Papua, ada sejumlah orang datang ketemu Presiden dan minta membangun istana di Papua. Apa urgensinya? Padahal kompetensinya diragukan orang Papua. Saya bicara secara fair.

Masalah Papua sebagai bagian integral dari Indonesia, jika ada kesalahan harus dibenahi. Harus saling berkoordinasi. Saya dengar setiap kementerian ada Desk Papua. Jika ada, masing masing melakukan program yang tidak terkoordinir dengan baik. Tumpang tindih. Pendekatan keamanan yang jujur saja masih membuat ragu masyarakat dan pendekatan militer masih dipakai. Kita harus jujur mengakui.

Saat berbicara dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), mereka sampaikan ada Babinsa yang tinggal di kampung kampung. Ada lahan yang diambil, misalnya lahan kelapa sawit. Hal hal seperti ini akan menjadi kerikil dalam membenahimasalah Papua. Menurut saya, stop bersandiwara. Kita urusi dengan adil dan jujurlah. Tokoh tokoh yang kompeten, kita hadirkan untuk mengatasi masalah ini bersama sama.

Kita ada ratusan suku dan bahasa. Hadirkan mereka dalam membahas UU. Mereka akan percaya jika diberiĀ  kepercayaan untuk mewakili wilayah adat masing masing. Jangan asal comot sana sini dan hanya karena punya faktor kedekatan dengan Jakarta. Stop bersandiwara karena yang dikorbankan adalah masyarakat Papua. West papua 2021

Tapi kalau penanganannya dengan cara begini, tidak terkoordinir dengan baik, masing-masing bikin gerakan tambahan sendiri-sendiri, tidak akan selesai masalah Papua. Justru akan menjadi bara terus, dan berpotensi membuat Papua semakin rumit.

Jangan sekali-kali Otsus dipaksakan versi Jakarta. Jangan lagi berbicara mewakili tokoh Papua, tapi yang mengangkat itu tokoh Jakarta. Biarkan lah masyarakat Papua sendiri yang memilih tokohnya siapa. Ini supaya masyarakat adat Papua memilih wakil mereka. Dan pemerintah pusat harus konsekuen supaya semua kebijakan bisa dikawal.

Dana Otsus harus diaudit. Setiap ada yang menyelewengkan Dana Otsus, harus ditangkap dan dipenjarakan.Jika bupati, maka bupati itu harus ditangkap dan dipenjarakan. Harus begitu. Selama ini kan tidak pernah ada. Ini kan sandiwara semua.

Pada saatnya, kita harus punya mimpi untuk menjadi Presiden Indonesia. Orang Papua juga punya kesempatan untuk menjadi Presiden. Syaratnya satu, bekali pendidikan anak-anak Papua. Bekali sumber daya manusia kita. (Disarikan dari webinar kompas TV dengan Topik Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Orang Asli Papua, 13Agustus 2020).

Read More: Key to Peace in Papua