Kopi dengan Kualitas Internasional ada di Papua

West Papua Tabloid – Bukan rahasia lagi bahwa tanah Papua memiliki kekayaan yang melimpah, baik dari segi hasil bumi maupun panoramanya. Kekayaan berupa hasil tambang, hasil laut, hingga hasil perkebunan telah diakui oleh berbagai kalangan. Salah satu hasil perkebunan yang bahkan efektif merambah pasar internasional adalah biji kopinya.

Didukung oleh kondisi geografis berupa pegunungan dengan tanah yang subur, kualitas kopi yang dihasilkan oleh Papua tidak perlu diragukan lagi. Papua ternyata menjadi daerah penghasil kopi berkualitas tinggi.Papua berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai pemasok biji kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Vietnam dan Brazil.

Tanah Pegunungan Papua Menghasilkan Kopi dengan Kualitas InternasionalSeperti dikutip dari siasatpertiir.com, setidaknya ada empat kopi khas Papua yang dikenal hingga mancanegara. Pertama adalah Kopi Gunung Bintang. Sumber tanamannya ada di Gunung Jayawijaya, gunung tertinggi di Indonesia. Di sekitar Gunung Jayawijaya ditemukan Kopi Gunung Bintang yang memiliki cita rasa khas. Jika kopi umumnya ditanam di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, kopi Gunung Bintang ditanam di ketinggian 1.800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.

Kualitas kopi yang dihasilkan tidak lepas dari tempat dimana kopi tersebut ditanam. Di ketinggian tersebut, udara menjadi sangat dingin dengan suhu mencapai 1823 Celcius. Dengan suhu tersebut, kopi ini membutuhkan waktu yang lama untuk matang. Tidak hanya dipengaruhi oleh suhu, kurangnya intensitas cahaya karena seringnya kabut membuat proses pematangan sangat rendah. Namun, inilah yang membuat kopi Gunung Bintang sangat istimewa. Proses ini menyebabkan nutrisi kopi menumpuk dan rasa kopi cenderung menjadi lebih asam. Kopi Gunung Bintang memiliki cita rasa yang khas yaitu berry, citrus, fruity orange, sweet chocolate, sugarcane, dan peach. Maka tidak aneh jika kemudian diminati oleh banyak konsumen luar negeri.

Kedua adalah Kopi Amungme. Kopi jenis ini dibudidayakan langsung oleh suku Amungme di Papua. Awalnya kopi ini berasal dari Dogiyai namun kemudian dibudidayakan oleh para petani di sana. Mirip dengan kopi Gunung Bintang, kopi ini tumbuh di dataran tinggi. Kopi amungme diproduksi di Kabupaten Timika. Kopi ini ditanam di sejumlah tempat dengan ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut, yaitu di desa Oroanop, Tsinga, Hoya, dan Banti.

Yang membuat kopi Amungme istimewa adalah proses penanamannya. Hal ini secara alami dibuahi dengan tanaman nitrogen dan kompos hutan dan bahan mulsa. Jenis kopi arabika ini dikembangkan oleh PT Freeport Indonesia dan dibudidayakan oleh suku Amungne di dekat tambang Tembagapura. Dalam sebulan, petani bisa menghasilkan sekitar satu ton biji kopi. Tidak hanya menjadi komoditas lokal tetapi aromanya yang kuat juga menarik minat berbagai negara di luar Indonesia, seperti Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Kopi dengan Kualitas Internasional ada di Papua

Ketiga adalah Kopi Moanemani. Ini adalah salah satu varietas kopi unggulan dari Papua. Kopi ini berasal dari distrik Dogiyai. Dari segi pemasaran, Kabupaten Dogiyai merupakan daerah yang strategis karena merupakan daerah transit beberapa daerah di Papua Tengah. Proses penanamannya mirip dengan dua kopi yang disebutkan sebelumnya, yaitu secara tradisional cara menanam dan menggunakan pupuk organik yang tersedia di sekitar perkebunan.

Awalnya, kopi ini dibawa oleh seorang pendeta misionaris Belanda bernama Henk Smith pada tahun 1960-an. Kopi Moanemani adalah jenis kopi arabika yang ditanam secara organik oleh petani tradisional suku Mee, di Kabupaten Mapia, Papua. Pada awalnya, biji kopi didatangkan dari tetangganya, Papua Nugini. Sedangkan Papua Nugini mendapatkan biji kopi ini langsung dari Kingston, Jamaika dimana rasanya hampir menyerupai kopi Jamaika Blue Mountain, jenis kopi terbaik di dunia.

Keempat adalah Kopi Baliem. Sekali lagi, ketinggian tanah yang membuat kopi dari Wamena ini sangat spesial. Ditanam di ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut dengan suhu stabil, kandungan asamnya rendah sehingga ada keseimbangan antara rasa asam dan pahit. Kopi ini tumbuh di Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya, Wamena.

Kopi Baliem terkenal dengan cita rasanya yang khas. Aroma yang dihasilkan kopi ini berwarna coklat dan floral yang cukup harum dengan body medium, rasa manis sedang, dan keasaman rendah sehingga rasa yang dihasilkan terasa begitu seimbang dan halus. Selain itu, kopi ini tergolong jenis kopi yang unik, karena di Indonesia pun saat ini masih jarang kopi yang memiliki sensasi floral.

Read More: Kopi Papua Barat Incaran Mancanegara